Nyaris 100 Kali Terbakar 'Misterius', Pemilik Rumah di Sleman Rugi Rp 70 Juta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mutviana, pemilik rumah yang terbakar misterius hingga 97 kali di Seyegan, Kabupaten Sleman saat ditemui di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/7/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mutviana, pemilik rumah yang terbakar misterius hingga 97 kali di Seyegan, Kabupaten Sleman saat ditemui di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/7/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kebakaran misterius telah terjadi sebanyak 97 kali di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman hingga hari ini, Kamis (4/6).

"97 kali. Hari ke-13 ini," kata pemilik rumah Mutviana, usai pertemuan dengan para peneliti di Kantor Kapanewon Seyegan.

Akibat peristiwa ini, usaha pemotongan ayam milik keluarga Mutviana mengalami penurunan omzet.

Sementara itu, menurut Mutviana, Pemkab Sleman menyarankan agar usahanya berpindah dahulu ke lokasi lain, seperti di ruko sebelah rumah yang saat ini digunakan mengungsi.

Rumah akan disterilkan untuk memudahkan penelitian dari berbagai instansi seperti UGM maupun UPN "Veteran" Yogyakarta.

"Karena kan ini penelitian mungkin berapa lama kan belum bisa ditentukan, gitu. Jadi dikasih tempat yang baru atau menggunakan tempat pengungsian secara resmi. Kan kalau selama ini kan masih ibaratnya numpang ya (di ruko tersebut)," kata Mutviana usai pertemuan dengan para peneliti di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/6).

"Masih menjadi diskusi dari beliau-beliau ini, dari Pemkab," katanya.

Selama 13 hari musibah ini, Mutviana menderita kerugian puluhan juta. Terdiri dari barang-barang yang terbakar hingga pembongkaran dan pembersihan septic tank di awal-awal peristiwa kebakaran.

"Rp 70-an juta, sekitar itu," katanya.

Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sejauh ini, Mutviana menyebut bantuan sudah datang khususnya logistik., baik itu dari pemerintah maupun warga sekitar.

"Alhamdulillah bisa untuk menyambung hidup. (Bantuan) APAR juga dari relawan dari damkar juga ada," katanya.

Saat ini yang paling dibutuhkan Mutviana adalah kipas blower untuk menghalau gas.

Selama 13 hari ini, Mutviana dan anggota keluarga lainnya hanya tidur sekitar tiga jam sehari. Mereka harus berjaga di rumah menghalau api apabila kembali muncul.

"Kami tidur paling lama tiga jam. Selalu bergantian. Dibantu relawan dibantu yang lain, tapi kami tidur paling tiga jam. Tensi naik, kurang makan, gizi nggak teratur, vitamin nggak masuk," katanya.

Dugaan Gas Hidrogen hingga Metana

Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sejauh ini hasil penelitian sementara dari UGM menyebut penyebab kebakaran adalah gas hidrogen yang bersumber dari limbah pemotongan ayam.

Sementara itu, UPN Yogya sempat menemukan adanya gas metana di sekitar lokasi kebakaran.

Terkait hal ini, Mutviana menyerahkan pada para ahli. Paling tidak saat ini penyebab kebakaran sudah mulai ditemukan, meski belum ada kesimpulan akhir.

"Sedikit lega," katanya.

Mutviana mengatakan dia dan keluarganya terbuka untuk penelitian lebih lanjut.

"Sangat boleh karena itu sangat membantu, terutama membantu pertanyaan-pertanyaan yang ada di sekitar rumah, warga warga masyarakat yang ada di daerah Seyegan misalnya. Karena kan itu takutnya kalau menyebar, meluas, gitu ya," pungkasnya.