Obama Minta Warga AS Sabar Tunggu Hasil Pemilu: Mungkin Tak Selesai Malam Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Presiden AS Barack Obama berpidato di depan para pendukung Biden-Harris selama demonstrasi drive-in di Philadelphia, Pennsylvania, Rabu (21/10). Foto: Alex Edelman / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Presiden AS Barack Obama berpidato di depan para pendukung Biden-Harris selama demonstrasi drive-in di Philadelphia, Pennsylvania, Rabu (21/10). Foto: Alex Edelman / AFP

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta masyarakat lebih bersabar dalam menanti hasil pemilu, mengingat proses penghitungan suara yang membutuhkan waktu.

Lewat unggahan di platform sosial X pada Selasa (5/11), Obama juga mengingatkan agar masyarakat membiarkan proses berjalan dengan baik.

“Butuh beberapa hari untuk menghitung setiap surat suara pada tahun 2020, dan kemungkinan besar kita juga tidak akan mengetahui hasilnya malam ini,” tuturnya, seperti dikutip dari The Hill.

Sejumlah warga berada di bilik suara untuk mencoblos saat Pemilihan Presiden AS 2024 di New York, Amerika Serikat, Selasa (5/11/2024). Foto: Andrew Kelly/REUTERS

Obama juga mengimbau agar masyarakat mengingat beberapa hal penting ketika mereka memberikan suara.

Pertama, ia mengajak untuk menghargai ribuan petugas pemilu yang bekerja keras di seluruh negeri. Selain itu, Obama juga menekankan pentingnya verifikasi informasi.

“Hargai mereka. Ucapkan terima kasih kepada mereka. Jangan bagikan sesuatu sebelum memeriksa sumbernya,” tutur eks presiden AS periode 2009-2017 itu.

X post embed

Menurut data The Associated Press, lebih dari 82 juta pemilih telah memberikan suara lebih awal pada tahun ini, melebihi setengah dari total pemilih pada pemilihan presiden 2020.

Setiap negara bagian di AS memiliki aturan berbeda yang menentukan kapan dan bagaimana surat suara dihitung.

Namun, beberapa aturan telah berubah sejak 2020 dan dapat memengaruhi kecepatan pengumuman hasil.

Pada pemilu sebelumnya, hasil baru diumumkan beberapa hari setelah pemilihan, sehingga para ahli mengingatkan publik agar tidak berharap mengetahui hasil akhir pada malam pemilihan.

Surat suara resmi untuk Pemilihan Presiden AS 2024 di New York, Amerika Serikat, Selasa (5/11/2024). Foto: Andrew Kelly/REUTERS

Mereka juga menekankan, hasil jajak pendapat awal belum tentu mencerminkan hasil keseluruhan pemilihan.

Dalam pemilihan tahun ini, Wakil Presiden Kamala Harris dan mantan Presiden Donald Trump terlibat dalam persaingan ketat.

Menurut agregat jajak pendapat The Hill/Decision Desk HQ, Kamala dan Trump sama-sama mendapat dukungan 48,4 persen secara nasional. Kontestasi kali ini diprediksi menjadi salah satu yang paling ketat dalam sejarah baru-baru ini.