Observasi WNI di Pulau Sebaru, Kemenkes Siapkan Dokter Jiwa hingga Paru

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal pesiar World Dream Cruise. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal pesiar World Dream Cruise. Foto: Shutter Stock

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan tenaga medis untuk melakukan observasi 188 WNI di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kepala Pusat Krisis Kemenkes Budi Sylvana mengatakan, jumlah tenaga kesehatan yang diterjunkan ke Pulau Sebaru lebih banyak dibanding saat melakukan observasi di Natuna.

"Tim dokternya lebih banyak, kalau kemarin (di Natuna) hanya 25 orang, kalau saat ini 39. Kenapa begitu, karena Indonesia tidak mau kecolongan, menteri juga sudah berkali-kali mewanti ke kami jangan sampai kecolongan," kata Budi saat menghadiri pelepasan Komando Tugas Gabungan Terpadu di Pangkolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/2).

Budi mengakui ada peningkatan kewaspadaan dalam penanganan WNI kali ini. Berbagai dokter spesialis dari sejumlah rumah sakit rujukan juga diturunkan untuk melakukan observasi selama 14 hari itu.

"Secara umum perlakuannya masih observasi, secara umum sama dengan yang di Natuna. Cuma kali ini Kemenkes menurunkan tim multidisiplin spesialis, dokter multidisiplin, ada dari penyakit dalam, spesialis anastesi, spesialis paru, spesialis jiwa, spesialis psikologi," jelas dia.

"Tim dokternya juga akan dari beberapa rumah sakit rujukan utama di Indonesia, ada RSCM, RS Jantung, RS Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso. Jadi lebih komplit, lebih komprehensif layanan yang kali ini," kata Budi.

Kepala Pusat Krisis Kemenkes, Budi Sylvana menghadiri dialog bersama Menlu RI dan Tim Evakuasi WNI dari Wuhan di Kemenlu RI. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Budi memastikan sejumlah fasilitas kesehatan akan diangkut ke Pulau Sebaru menggunakan KRI Banda Aceh hari ini. Fasilitas itu termasuk keperluan IGD dan ICU.

Para WNI sendiri saat ini dinyatakan sehat. Meski begitu mereka akan tetap menjalani observasi selama 14 hari untuk lebih memastikan dan memberikan kepercayaan kepada publik saat dikembalikan ke masyarakat.

"Walaupun sudah dinyatakan sehat dari kapal, tapi boleh dong kita periksa lagi. Kita tidak mau kecolongan bahwa mereka betul-betul sehat, selain itu mereka diobservasi lagi," kata Budi.

Sebanyak 188 WNI masih berada di kapal MV World Dream. Kapal pesiar itu akan bertemu KRI Soeharso di Selat Durian. Di sana para WNI yang merupakan ABK kapal itu akan dipindahkan ke KRI Soeharso dan dibawa ke Pulau Sebaru.

KRI Soeharso direncanakan tiba di Pulau Sebaru pada Jumat (28/2) sekitar pukul 16.00 WIB.

kumparan post embed