Ojol di Semarang Mengaku Dirampok Penumpang, Punggung Ditusuk Pulpen

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi begal motor. Foto: Seksan Mongkhonkhamsao/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi begal motor. Foto: Seksan Mongkhonkhamsao/Getty Images

Seorang pengemudi ojol di Kota Semarang bernama Sabari Gunawan dirampok oleh penumpangnya sendiri. Akibatnya, korban kehilangan sepeda motornya.

Sabari mengatakan, insiden itu bermula saat ia mendapat orderan pada Jumat (1/7) sekitar pukul 00.15. Penumpang berjenis kelamin perempuan itu minta dijemput di daerah Tirtoyoso, Semarang Timur.

"Saya jemput di perempatan dekat masjid, Tirtoyoso. Katanya mau mencari temennya cewek di Rejosari gang 8. Tapi tidak ketemu, sudah muter-muter mencari sampai setengah jam," ujar dia saat dikonfirmasi wartawan.

Kemudian, terduga pelaku meminta diantar pulang ke rumahnya di daerah Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik.

"Dia minta antar pulang ke rumah dengan cara offline, HP-nya juga bilangnya lowbat, saya antar ke sana," jelas dia.

kumparan post embed

Lantaran handphone-nya lowbat, perempuan itu meminta untuk diantar ke daerah Dargo untuk mengambil charger. Ia juga meminjam jaket ojol milik korban dengan alasan kedinginan.

"Ketika di Dargo situ katanya dia merasa dingin dan pinjam jaket saya. Saya merasa kasihan, umurnya katanya juga beda dikit sama anak saya. Saya pinjemi jaket (ojol)," terang dia.

Namun sesampainya di Pudakpayung, perempun itu mengaku tidak bisa menghubungi orang tuanya. Ia lalu meminta untuk diantar kembali ke kos temannya di daerah Imam Bonjol.

"Orang tuanya ditelepon pakai WA tidak diangkat. Saya juga bantu telepon pakai nomor biasa, tapi juga tidak diangkat. Terus dia telepon temennya yang kos di sekitaran Udinus, namanya Lisa. Korban minta diantar ke sana," lanjut dia.

Pengemudi ojek online memberikan cairan hand sanitizer kepada penumpang di kawasan Jl. Kendal, Jakarta, Senin (8/6). Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Tanpa curiga, korban kembali menuruti permintaan perempuan itu. Namun ketika memasuki Jalan Arjuna, ia justru ditusuk menggunakan pulpen.

"Nah, sampai sana itu gerbangnya di portal. Ketika berhenti, saya ditusuk dari belakang menggunakan pulpen di bagian punggung," imbuh dia.

Sabari yang ketakutan akhirnya melarikan diri. Namun pelaku terus mengejarnya sembari mengacungkan bolpoin.

"Dia masih ngejar saya, sama bawa bolpen mau nusuk. Terus saya ketok-ketok pintu penginapan tidak ada yang bangun. Terus, ketok-ketok kenceng, dia (penusuk) ketakutan, terus kabur bawa motor saya," tutur dia.

Korban Sempat Dicurigai Warga Sebagai Perampok

Kegaduhan ini terdengar warga sekitar. Bukannya mendapat pertolongan, korban justru dikeroyok oleh warga sekitar. Sebab, ia dicurigai sebagai maling motor.

"Kepala saya dipukul palu. Dagu ditendang warga. Karena ketika dicek di CCTV, yang pakai jaket ojol, kan, si cewek (pelaku). Padahal yang dikejar, kan, saya. Alasannya H-1 di situ abis ada pencurian motor," tutur Sabari.

Atas kejadian itu selain mengalami luka, korban juga kehilangan motor dan dompet miliknya. Apesnya, ia lupa siapa nama perempuan itu.

"Namanya lupa, sudah bilang setelah dipukul palu, ditusuk itu pikiran jadi kacau. Semoga pelakunya cepat ketangkap," harap Sabari.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Tengah Kompol Indra Romantika mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Masih dalam penyelidikan. Ada dua sampai tiga orang, masih dalam penyelidikan Kanit (Reskrim) saya," kata Indra.