Omicron Meningkat, PTM di Jabar Tetap Dilaksanakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orang tua murid memantau anaknya saat mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 065 Cihampelas, Bandung, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
zoom-in-whitePerbesar
Orang tua murid memantau anaknya saat mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 065 Cihampelas, Bandung, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap dilaksanakan, meskipun belakangan ini angka kasus harian di Jabar mulai meningkat karena masuknya virus corona varian Omicron.

Menurut Emil, sampai saat ini belum ditemukan kasus infeksi yang mengkhawatirkan, sehingga diputuskan tetap menggelar PTM tatap muka.

"Pendidikan tatap muka tetap dilaksanakan karena kita mengambil keputusan sesuai dengan informasi yang terukur, termasuk melakukan tes secara acak di sekolah, yang per hari ini belum banyak ditemukan kasus-kasus yang mengkhawatirkan," ungkapnya di Gedung Sate, Kota Bandung pada Selasa (25/1).

Menurut Emil, dari data yang dia terima, mayoritas angka kasus di Jabar terhimpun di wilayah Jabodetabek. Depok dan Bekasi jadi wilayah di Jabar dengan kenaikan angka kasus tinggi seiring dengan meningkatnya kasus harian di Jakarta.

"Mayoritas kasus di Jawa Barat itu berhimpun masih sama di Jabodetabek, jadi Depok, Bekasi relatif lebih tinggi seiring setiap ada kenaikan di DKI Jakarta," ucap dia.

Sebelumnya, Ombudsman Jabar menyampaikan saran kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan kepala daerah di 27 kabupaten dan kota, terkait perlindungan pada anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan PTM 100 persen di tengah kenaikan angka kasus corona varian Omicron.

"Berharap Gubernur Jawa Barat dan Bupati/Walikota di wilayah kerja Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat agar tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak, selama pandemi COVID-19 yang masih terjadi," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jabar Dominikus Dalu, Selasa (25/1).

Dominikus menilai, kenaikan angka kasus varian Omicron begitu mengkhawatirkan. Dari data yang dihimpun pada 23 Januari, kenaikan angka kasus harian mencapai 2.925.

Jabar pun menjadi wilayah kedua yang menyumbang angka kasus harian terbanyak setelah DKI Jakarta.