Orang Tua Korban Penganiayaan di Holywings Yogya: Hukum Perlu Ditegakkan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bryan Yoga Kusuma. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bryan Yoga Kusuma. Foto: Dok. Istimewa

Bryan Yoga Kusuma, korban penganiayaan di Holywings Yogyakarta, ternyata anak Suprajarto, komisaris utama Bank Jatim. Suprajarto meminta hukum ditegakkan.

Bryan dipukuli saat mengunjungi Holywings Yogya di Jalan Magelang KM 5,8, Kutu Asem Sinduadi, Sleman, DIY, pada Sabtu (4/6) dini hari.

"Tak ada yang membuat hati lebih remuk redam bagi setiap orang tua saat mengetahui anak mereka terluka fisik," kata Suprajarto dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/6).

Suprajarto mengatakan luka fisik memang bisa sembuh, tapi tidak dengan trauma yang dialami anaknya.

Komisaris Bank Jatim Suprajarto dan anaknya, Bryan Yoga Kusuma. Foto: Dok. Istimewa

"Anak kandung saya pada tanggal 4 Juni 2022 dipukul oknum tak bertanggung jawab hingga luka berat. Babak belur," ujarnya.

"Luka fisik bisa sembuh seiring waktu. Tetapi trauma kekerasan yang dialami anak saya tentu menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan," lanjutnya.

Mantan Dirut BRI itu pun berharap agar keadilan bisa ditegakkan dalam kasus yang menimpa anaknya.

"Tapi saya percaya keadilan akan berpihak pada kami. Walau bagaimana, hukum perlu ditegakkan," pungkasnya.

kumparan post embed

Kejadian bermula ketika Bryan bersama kawan-kawannya yakni Albert Wijaya, Aprio Rabadi, Yogi Andhika, dan Irawan mengunjungi Holywings pada Jumat (3/6) malam.

Pada Sabtu (4/6) sekitar pukul 02.00 WIB, Bryan diduga mendapatkan provokasi dari seorang bernama Carmel. Provokasi itu berujung pada perkelahian di depan parkiran Holywings.

Saat itu, Carmel memanggil rekannya dan sejumlah orang untuk memprovokasi Bryan.

"Saat perkelahian, Bryan Yoga Kusuma dihajar kurang lebih selama 1 jam oleh sekitar 20 orang dan ada juga oknum polisi yang terlibat," kata perwakilan keluarga Bryan.

Komisaris Bank Jatim Suprajarto dan anaknya, Bryan Yoga Kusuma. Foto: Dok. Istimewa

Setelah kondisi mulai kondusif, Bryan dan Albert diduga diberikan opsi jalan tengah menyelesaikan masalah tersebut dengan Carmel dan Leo. Opsi tersebut yakni menyelesaikan masalah di Polres Sleman.

"Saat itu, Albert meminta pertolongan dari polisi lain yang berada di polres, namun hanya dilihat saja dan mereka tidak memberikan pertolongan. Saat itu, identitas dan HP Albert dan juga Bryan disita oleh pihak kepolisian," terang keluarga.

Keluarga mengatakan baru mengetahui peristiwa yang menimpa Bryan pada Sabtu (4/6) pagi dari Albert. Bryan saat itu tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sleman.

"Pihak keluarga sangat menyayangkan bahwa tidak seorang pun anggota polisi yang berada di polres maupun yang terlibat di Holywings untuk memberitahukan peristiwa ini kepada pihak keluarga," kata keluarga.

"Bahkan sampai malam hari ini, Sabtu 4 Juni, tidak ada anggota polisi pun yang menghubungi pihak keluarga. Sehingga pihak keluarga merasa perlu mengangkat kasus ini agar mendapatkan keadilan," pungkasnya.