Ortu Janda yang Dibunuh Duda di Bandung: Sempat Lapor Polisi, Tak Diproses
ยทwaktu baca 2 menit

Keluarga dari janda bernama Wiwin Sunengsih yang dibunuh pacarnya seorang duda bernama Mulyadi angkat suara. Pembunuhan yang dilatarbelakangi asmara itu terjadi di Kampung Gunung Bentang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (8/5).
Ayah dari korban, Ujang Mimin mengatakan, pelaku kerap meneror korban dengan cara menggedor dan mencongkel pintu rumah sambil membawa pisau. Bahkan, pelaku mengancam akan membunuh korban beserta anaknya yang masih berusia 8 tahun.
Resah dengan teror tersebut, Ujang mengaku sempat mengadu ke Ketua RT dan RW setempat. Mereka lalu menyarankan Ujang dan korban melapor ke polisi.
"Kata si Bapak RW sudah aja langsung ke Polsek. Bapak diantar sama Bapak RW 14 dan RT 4 langsung ke Polsek," kata Ujang di kediamannya di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (10/5).
Ujang lalu mendatangi Polsek setempat. Ujang menyebut, saat itu laporannya tak diterima. Polisi beralasan laporannya kurang cukup bukti. Alhasil, Ujang pun pulang dengan tangan kosong.
Menurut Ujang, dirinya sudah mengadu soal asbes rumahnya yang pecah dan pintu rumahnya terus digedor pelaku sebelum insiden pembunuhan itu. Rupanya hal itu belum cukup.
"Gak ditanggapi, soalnya harus ada bukti. Belum ada bukti, katanya kan bapak kan sudah melaporkan asbes yang pecah terus pintu digedor sama kaca semuanya dicokel kalau di Polsek harus ada bukti atau ada barang yang dibawa. Kalau ada barang yang rusak itu minimal barang kerusakannya harus nilainya Rp 2 juta. Tapi nggak ada sama sekali (diproses polisi)," ujar Ujang.
Saat ini, Ujang mengaku sudah pasrah dengan kasus pembunuhan yang dialami putri tercintanya itu. Menurutnya, insiden itu tak terlepas dari takdir seseorang.
"Bapak mah sudah ikhlas. Secara orang mati teh jalannya masing-masing, ada yang sakit sudah lama dan ada yang gak sakit meninggal juga, itu macam-macam orang berpulang ke Rahmatullah. Bapak sudah ikhlas sama takdir bapak," pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Padalarang Kompol Darwan belum dapat memberikan keterangan lebih rinci perihal sempat adanya permintaan perlindungan yang dilayangkan oleh pihak keluarga korban.
Dia mengaku bakal mencari informasi terlebih dahulu.
"Saya konfirmasi sebentar, lagi di lapangan," jawabnya singkat.
