Otak Perakit Bom Gereja Katedral Makassar Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Brimob Polda Sulsel berjaga di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (31/3/2021). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Brimob Polda Sulsel berjaga di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (31/3/2021). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Densus 88 terus menyisir jaringan yang terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyampaikan otak dari perakitan bom dalam peristiwa itu sudah ditangkap.

Tersangka itu ditangkap bersama 12 orang lainnya di Makassar.

"Saya sampaikan juga sampai hari ini terkait pengungkapan bom yang kita lakukan, kejadian bom di Makassar sampai hari ini sudah diamankan 13 orang di mana 1 orang atas inisial W adalah pelaku otak perakit bom. Ini sudah kita amankan," kata Sigit saat konferensi pers, Rabu (31/3).

Anggota Brimob Polda Sulsel berjaga di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (31/3/2021). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Sigit menerangkan selain 13 tersangka itu, Densus juga mengamankan 10 orang lainnya. Total kini 12 orang sudah diamankan dalam kasus terorisme.

"Di Jakarta sendiri sudah kita amankan 5, di Bima 5 juga. Sehingga total sampai hari ini ada 23 orang dari 3 tempat tersebut. Ini akan terus kita kembangkan dan diusut sampai tuntas," kata Sigit.

Bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar terjadi pada Minggu (28/3). Pelaku merupakan sepasang suami istri.