Pacul soal Polri Salah Kenali Penganiaya Ade Armando: Ada Eror, Alatnya Canggih
ยทwaktu baca 2 menit

Polri sempat salah mengidentifikasi pelaku penganiaya aktivis media sosial, Ade Armando, saat demo mahasiswa di DPR yang terjadi pada Senin (11/4) lalu akibat teknologi face recognition yang digunakan tidak akurat.
Ketua Komisi III DPR, Bambang Wuryanto, mengatakan teknologi face recognition tersebut pernah dijelaskan oleh Polri. Dia mengatakan, alat itu sangat canggih karena mampu melihat retina mata seseorang.
"Saya pernah datang ke Polda Metro. Saya dijelaskan alatnya canggih banget. Retina matanya bisa kita lihat itu. Jadi kalau orang yang berbenturan di depan itu menolak, tidak bisa. Saya juga nyoba," kata pria yang disapa Bambang Pacul ini di Gedung DPR, Senayan, Kamis (14/4).
Pacul menuturkan sempat mencoba alat itu kepada salah seorang stafnya. Ia menyebut alat itu mampu mendeteksi alamat hingga rekening bank.
"Saya telepon staf saya untuk ke depan gerbang. Dicek itu, langsung ketahuan itu ajudan saya alamatnya di mana. Bahkan rekening banknya pun ketahuan. Sudah canggih. Polisi kita sudah canggih," kata Pacul.
Jika ada kekeliruan dari alat itu, Pacul berpandangan terdapat eror yang terjadi, bukan disengaja.
"Kalau ada kekeliruan, jangan-jangan ini ada something wrong. Ada sesuatu yang keliru itu apa? Orang alatnya sudah canggih, kok. Retina saja kena, kok. Itu saya sama Pak Kapolda Metro dijelasin [alatnya]. Jadi mudah-mudahan yang kesalahan eror itu," ujarnya.
Ketua Bappilu PDIP ini menambahkan, saat ini Komisi III terus mendorong penyelesaian masalah dengan prinsip restorative justice. Sehingga, ia berharap prinsip itu dapat dilakukan.
"Kan, sekarang kita di Komisi III sedang mengembangkan restorative justice untuk melakukan rembukan. Kalau bahasa kawan-kawan muslim itu tabayyun, musyawarah untuk mendapat mufakat. Itu sedang kita kembangkan," ucapnya.
"Dan seluruh aparat penegak hukum sepakat untuk ini, bahkan sudah dibuat untuk kejaksaan tata beracaranya. Polisi juga akan membuat tata beracaranya. Jadi ini akan menjadi isu kita yang utama agar kita tetap berada pada persatuan republik kita," tandas Pacul.
