Pahinggar Senang Bicara Politik dan Sempat Keluhkan Biaya Hidup

Pahinggar Indrawan (36), pria yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dikenal baik oleh warga di lingkungan tempat ia tinggal. Rama (20), tukang nasi goreng--yang juga teman dekat Pahinggar, tidak menyangka Pahinggar akan mengakhiri hidupnya secepat itu.
Rama menuturkan, semasa hidupnya, Pahinggar sering mengeluh seputar politik dan biaya hidup.
“Sering makan di sini, ngobrol. kita enggak nyangka tiba-tiba geger. Senang ngomongin politik dan suka ngeluh masalah narik (taksi online) dan biaya hidup,” ujar Rama kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (17/3).
Baca juga: Sebelum Gantung Diri Live di Facebook, Pahinggar Ribut dengan Istrinya
Rama mengaku baru dua hari lalu bertemu Pahinggar saat membeli rokok di warung. Pun Pahinggar baru 6 bulan tinggal di rumahnya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rama mengaku mengenal baik pria beranak lima tersebut.
“Kalau makan jam 10.00 WIB-an, ramah, suka bercanda. Sering ngeluh kalau narik (taksi online), sepi karena hujan melulu. Anaknya sering beli nasi goreng di sini,” ujar Rama.
Pahinggar merekam proses bunuh dirinya di aplikasi Facebook live yang kini telah viral di media sosial. Video berdurasi 1 jam 45 menit tersebut sudah diblokir oleh pihak Facebook dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).
Baca juga: Pahinggar Buat Video Bunuh Diri Sebagai Kenang-kenangan untuk Istrinya
Diketahui, Pahinggar dan istrinya terlibat pertengkaran pada Jumat (17/3) pukul 04.00 WIB. Pertengkaran itu sempat selesai ditangani Ketua RT, M Sidik. Siang harinya, jenazah Pahinggar ditemukan pukul 13.30 WIB di rumahnya.
"Anak korban menemui Ketua RT mengajak ke rumah korban. Dan sesampainya di dalam rumah korban saksi (Ketua RT) melihat korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang warna biru," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Purwanta.
Sidik yang saat itu menemukan jenazah Pahinggar segera melapor ke polisi. Tidak beberapa lama kemudian polisi datang dan melakukan olah tempat kejadian. Tidak ditemukan kekerasan di tubuh korban.
"Di dekat korban ditemukan HP korban terdapat video detik-detik korban melakukan aksi bunuh diri," ujar Purwanta.
