Pak Jokowi, Jalan di Pandeglang Ini Kayak Kubangan Badak Kalau Hujan
ยทwaktu baca 3 menit

Kecamatan Sumur merupakan kecamatan yang terletak di ujung barat Pulau Jawa atau berada di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dengan mayoritas warganya merupakan petani dan nelayan.
Kecamatan Sumur berbatasan langsung dengan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Salah satu pos terdalam TNUK yang masih bisa dilalui kendaraan berada di Kampung Cikawung, Desa Ujung Jaya.
Sayangnya, Jalan Taman Nasional Ujung Kulon sepanjang sekitar 12 kilometer mulai dari pusat Kecamatan Sumur menuju Desa Cikawung rata-rata berupa tanah dan batu yang menyulitkan kendaraan melintas. Dan hanya sebagian jalan yang sudah mengalami pengecoran.
Padahal, dari Desa Tamanjaya hingga Desa Ujung Jaya terdapat dermaga-dermaga kecil yang bisa mengantarkan wisatawan ke objek wisata favorit di TNUK seperti Pulau Handeuleum, Pulau Peucang dan Pulau Panaitan.
Berdasarkan informasi, selama puluhan tahun, sebagian masyarakat di Kecamatan Sumur harus terbiasa melewati jalanan rusak saat akan menuju pasar, puskesmas hingga pusat pemerintahan.
Seperti yang disampaikan warga Desa Cipining, Kecamatan Sumur, Latif, yang menyebut akses jalan di daerahnya tak pernah sekali pun diperbaiki oleh pemerintah selama dirinya tinggal dan hidup hampir 50 tahun.
Bahkan menurutnya, perbaikan jalan yang pernah ada itu pun dilakukan secara swadaya masyarakat dan hanya sekadar untuk menambal lubang-lubang di jalanan agar tidak terlalu parah.
"Jalannya ancur, enggak dibangun-bangun dari zaman saya lahir sekarang sudah 50 tahun, mungkin dari zaman Belanda belum pernah sama sekali ada pembangunan. Paling warga aja yang gotong royong, itu juga cuma nambal-nambal doang semampunya,"
- Latif kepada kumparan, Senin (8/7).
Ia mengaku kondisi jalan yang rusak membuat perekonomian masyarakat di wilayahnya makin sulit, terlebih harga kebutuhan pokok yang lebih mahal akibat tingginya biaya kirim ke wilayahnya.
"Kalau jalan bagus mah segala apa-apa juga lancar, harga juga mungkin bisa murah, gerak juga cepet. Tapi kalau kayak gini mah yang ada pegel-pegel ke badan," ujarnya.
Warga Melahirkan di Jalan
Senada diungkapkan warga Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Deden Ubro. Menurutnya, merasakan akses jalan yang bagus merupakan mimpi dari masyarakat yang tinggal di pesisir Selatan Banten.
Pasalnya, kata Deden, kondisi jalan yang rusak semakin mempersulit masyarakat dalam beraktivitas maupun saat membutuhkan pelayanan kesehatan ke puskesmas setempat.
"Mempersulit aktivitas masyarakat ke pasar, ke pusat pemerintahan, ke puskesmas. Pernah dulu ada orang sini mau melahirkan, naik losbak mau ke puskesmas, tapi berhubung jalan ancur, mobil enggak bisa buru-buru sampai itu melahirkan di jalan," ungkap Deden.
"Pengennya cepat diperbaiki, pengen ngerasain jalan bagus," imbuhnya.
Bahkan, diakui Deden, kondisi jalan akan semakin parah bila musim penghujan datang hingga membuat para pengendara harus lebih waspada bila tak ingin kendaraannya tersangkut lubang jalanan.
"Kalau hujan banjir, jalan ketutup (air), enggak beda sama kubangan badak, kalau dibuat spot mancing pun bisa. Mobil Avanza juga bisa nyangkut. Banyak wisatawan yang datang ke Ujung Kulon itu komplain soal akses jalannya yang rusak,"
- Deden.
Untuk diketahui, potensi wisata di Kecamatan Sumur terbilang komplit, mulai dari pulau-pulaunya yang cantik, pantainya yang bersih, ditambah dengan adanya area konservasi bagi badak cula satu.
Masyarakat kini berharap pemerintah memperbaiki jalan rusak ini seperti halnya dilakukan di Lampung setelah viral.
