Pak Wali Kota Depok, Tolong Bantu Pedagang Ketoprak yang Kena COVID-19 ini
ยทwaktu baca 2 menit

Yanti (32) tak tahu harus berbuat apa melihat sang ibu tergeletak lemah menjalani isolasi mandiri di rumahnya usai dinyatakan positif COVID-19 sejak Minggu (27/6).
Ibu Yanti yang berusia 61 tahun tersebut memiliki komorbid diabetes dan bergejala berat. Namun, sampai hari ini, Sabtu (3/7), ibunya tak kunjung mendapat rujukan rumah sakit.
Sehari-hari Yanti dan keluarga berdagang ketoprak. Namun karena harus isolasi, mereka harus libur berjualan.
"Ibu saya sakit, swab hari Minggu hasilnya reaktif, ngga disuruh PCR sama puskesmas karena hasilnya sudah pasti positif, disuruh isoman aja," tutur Yanti kepada kumparan.
Sementara di rumahnya, di Jalan Haji Dimun, Cilodong, Depok, ia juga tinggal bersama ayah dan anaknya yang masih berusia 4 tahun. Sarana kebersihan di rumah mereka juga tidak layak untuk dijadikan tempat isolasi mandiri pasien COVID-19.
"Kamar mandi di rumah cuma satu, ya dipakai bergantian dengan ibu yang positif. Meskipun isoman di kamar, tapi tetap keluar ketika buang air besar dan kecil," imbuh Yanti.
Yanti mengaku sudah meminta rujukan ke puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas mengatakan saat ini kondisinya tidak ada kamar isolasi rumah sakit yang kosong untuk ibunya, meski memiliki riwayat komorbid sekalipun.
Yanti kini hanya bisa berdoa. Bantuan obat juga sangat dia harapkan untuk ibunya.
"Ibu saya ada diabetes, ada darah tinggi. Sempet nge-drop, ngabarin puskesmas (obat) baru kemarin dikirim, kita minta dari hari Selasa," ungkapnya.
Setiap malam, ibunda Yanti mengeluh sejumlah gejala seperti demam, menggigil, hingga merasakan linu di sekujur tubuhnya.
Saat kumparan menghubungi Yanti via telepon pun, terdengar suara anak kecil sedang batuk-batuk. Dikonfirmasi, anak Yanti tersebut juga tengah bergejala demam dan batuk.
"Agak berat di rumah, worry, rumah kamar mandi cuma satu bareng-bareng. Anak saya balita kemarin batuk-batuk, panas juga. Saya sempet beberapa hari panas, sekarang sudah sehat. Saya kecapekan ngurus ibu juga," tuturnya.
Yanti berharap pemerintah terutama Wali Kota Depok mau memperhatikan pasien COVID-19 yang terpaksa harus menjadikan rumah mereka tempat isolasi mandiri.
"Tolong kalau ada isoman juga diperhatikan rumah pasiennya apakah layak untuk isoman, di sini kamar mandi cuma satu. Ada anak balita. Sulit untuk bisa isoman ketat dan nyaman serta layak," tuturnya.
==
