Pakistan Tembak Jatuh 12 Drone Kiriman India, Diduga Kuat Buatan Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana masjid Bilal yang rusak akibat dihantam serangan India di Kashmir, Pakistan, Rabu (7/5/2025).  Foto: Akhtar Soomro/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Suasana masjid Bilal yang rusak akibat dihantam serangan India di Kashmir, Pakistan, Rabu (7/5/2025). Foto: Akhtar Soomro/Reuters

Militer Pakistan mengeklaim telah menembak jatuh 12 pesawat nirawak yang dikirim dari India dan memasuki wilayah udaranya.

Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (8/5), sehari setelah India melancarkan serangan udara ke beberapa lokasi di Pakistan.

Menurut juru bicara militer Pakistan, Mayjen Ahmed Sharif Chaudhry, drone yang ditembak jatuh termasuk tipe Harop buatan Israel.

Beberapa di antaranya ditemukan di sekitar dua kota besar: Karachi dan Lahore.

“Pesawat nirawak India terus dikirim ke wilayah udara Pakistan. Kami menembak jatuh 12 di antaranya. Puing-puing masih kami kumpulkan,” kata Chaudhry dalam konferensi pers, lapor Reuters.

Ia menambahkan, Pakistan menganggap pengiriman drone sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan.

“(India) akan terus membayar mahal untuk agresi terang-terangan ini,” ujar Chaudhry.

Personel keamanan India berjaga saat seorang wanita berjalan di sepanjang jalan di Wuyan dekat kota utama Srinagar di Kashmir yang dikelola India, Rabu (7/5/2025). Foto: TAUSEEF MUSTAFA/AFP

Kementerian Pertahanan India belum mengeluarkan pernyataan terkait klaim Pakistan tersebut.

Insiden ini menambah ketegangan yang telah meningkat sejak India menyerang sasaran yang diklaim sebagai “infrastruktur radikal” di wilayah Pakistan pada Rabu dini hari (7/5).

Serangan itu disebut sebagai respons atas serangan mematikan di Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India, dua minggu lalu.

Sebanyak 26 orang tewas dalam insiden tersebut, sebagian besar merupakan turis Hindu.

Islamabad membantah keterlibatan dalam serangan Pahalgam dan menyebut tuduhan India tidak berdasar.

Ketegangan terbaru ini kembali menguji hubungan dua negara yang telah tiga kali berperang sejak kemerdekaan mereka dari Inggris tahun 1947, dengan dua perang di antaranya dipicu oleh sengketa wilayah Kashmir.