PAN soal Asman Abnur Dicopot dari Kabinet: Hak dan Kedaulatan Presiden

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo dan Sandi foto bersama usai melakukan konfrensi pers di Gedung KPU, Jakrta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Fanny Kusumawrdhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo dan Sandi foto bersama usai melakukan konfrensi pers di Gedung KPU, Jakrta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Fanny Kusumawrdhani/kumparan)

Presiden Joko Widodo berencana mencopot politikus PAN Asman Abnur dari posisi MenPAN-RB di kabinet kerja. Pencopotan itu karena PAN mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan, rencana reshuffle Asman dari posisi MenPAN-RB sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi.

“Hak dan kedaulatan reshuffle kabinet sepenuhnya ada di tangan presiden. Kita akan hormati keputusan yang beliau jalankan terkait kabinet kerja saat ini,” kata Eddy melalui pesan singkat, Selasa (14/8).

Menpan RB, Asman Abnur. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menpan RB, Asman Abnur. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Menurut Eddy, ketika ada kader PAN yang menjadi menteri di kabinet, maka yang bersangkutan tidak lagi memiliki tanggug jawab kepada partai. Kader PAN yang menjadi menteri harus mengerahkan seluruh jiwa raga dan pemikirannya kepada presiden.

“Jadi yang jelas ketika ada kader kami dari PAN yang menjadi menteri di kabinet, tentu kita sudah wakafkan. Dia harus mengerahkan seluruh pemikiran dan kerja kerasnya kepada presiden,” ujar Eddy.

Eddy melanjutkan, ketika Asman resmi dicopot, maka yang bersangkutan akan kembali aktif sebagai kader PAN. Asman, kata Eddy, aktif kembali sebagai kader PAN sebagai caleg pada Pileg 2019.

“Beliau (nyaleg) di Kepulauan Riau,” tutupnya.