PAN soal Deklarasi KAMI: Jika Ada Kepentingan Politik, Salurkan Lewat Parpol

Sejumlah tokoh rencananya akan menggelar deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Senin (17/8) dan menyampaikan 8 tuntutan terkait masalah yang ada saat ini di Indonesia. Tokoh yang bakal terlibat mulai dari Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, hingga Rachmawati Soekarnoputri.
Menanggapi hal itu, Plh Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay mengaku belum mengetahui secara detail agenda dan tuntutan KAMI.
Namun, menurutnya, jika memang ada kepentingan politik khusus di baliknya, ia menyarankan agar mereka menyalurkan aspirasi melalui parpol yang sudah ada saja.
"Saya belum tahu ini arahnya ke mana, yang penting kan ini bukan organisasi politik. Kalau melihat dari nama-namanya, ini bukan organisasi politik, ini semacam kelompok masyarakat saja yang peduli dengan masalah di bangsa ini. Saya kira kalau sebatas itu sih boleh-boleh saja, bagus-bagus saja, yang penting tidak melanggar ketentuan yang ada," kata Saleh kepada kumparan, Minggu (16/8).
"Kalau mereka mau ada gerakan sosial politik di belakangnya, ya silakan saja, silakan mereka bergabung dengan salah satu parpol yang ada, atau menyalurkan aspirasinya melalui partai politik, itu juga boleh," imbuhnya.
Saleh menyebut, sebenarnya, memang menyampaikan aspirasi politis tanpa melalui partai politik memang bisa-bisa saja. Namun, menurutnya, akan lebih efektif jika kepentingan politik tersebut disalurkan melalui parpol yang sudah ada.
"Kalau mau punya materi dan muatan politik, misalnya, ya silakan saja disalurkan. Sebenarnya tanpa parpol ya bisa saja, tapi lebih efisien kalau memang disalurkan oleh parpol yang ada," jelasnya.
Terlepas dari hal tersebut, Saleh menilai, menyampaikan aspirasi dan mendirikan organisasi merupakan hak setiap warga negara. Asalkan, perkumpulan tersebut tetap memenuhi berbagai macam aturan dan Undang-Undang yang berlaku.
"Diharapkan masukan-masukan yang diberikan setiap organisasi dapat didengar dan dilaksanakan pemerintah. Sehingga kontribusi yang dihasilkan itu bisa berdampak luas bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Deklarasi yang digawangi Din Syamsuddin, Rachmawati Soekarnoputri, hingga Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo tersebut rencananya akan dihadiri oleh ratusan simpatisan, namun tetap dengan protokol kesehatan yang ada. Sebelumnya kehadiran KAMI yang dinyatakan sebagai gerakan moral ini, juga sudah diperkenalkan ke masyarakat pada Minggu, 2 Agustus 2020 lalu.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
