Pandangan Muhammadiyah Jatim soal Sound Horeg: Banyak Mudaratnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Prof Sukadiono. Foto: Dok. Pribadi/Prof Sukadiono
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Prof Sukadiono. Foto: Dok. Pribadi/Prof Sukadiono

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Jawa Timur, menilai keberadaan sound horeg membawa lebih banyak mudarat ketimbang manfaat bagi masyarakat luas.

Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono, mengatakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh sound horeg hingga menimbulkan korban jiwa.

"Keberadaan sound horeg terbukti banyak mudaratnya. Dampak negatif yang ditimbulkan juga demikian jelas. Apalagi sudah mengakibatkan korban jiwa. Di samping kerusakan bangunan di area sekitar. Belum lagi kebisingan suara yang terjadi," kata Sukadiono kepada kumparan, Kamis (10/9).

Sehingga, kata dia, dengan pertimbangan dampak negatif tersebut aparat dan masyarakat bisa menegakkan aturan yang tegas terkait penyelenggaraan sound horeg.

"Supaya tidak terjadi clash antar warga, terutama penyedia jasa, penyewa, dan pihak-pihak yang merasa terganggu, aparat harus tegas menegakkan aturan. Ketegasan aparat penting untuk memitigasi agar masyarakat tidak main hakim sendiri," katanya.

Polisi amankan mobil sound horeg yang ganggu masyarakat. Foto: Dok. Polres Kudus

Lebih lanjut, Sukadiono juga mengajak seluruh elemen tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan untuk turut ambil bagian dalam mengedukasi warga agar tidak mengorbankan masyarakat yang dirugikan.

"Tokoh-tokoh informal dari kalangan agamawan, ormas, dan masyarakat penting terlibat aktif menyadarkan agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan keberadaan sound horeg. Apalagi hanya untuk kepentingan ekonomi. Karena selain bisa mengganggu ketenangan, sound horeg juga mengakibatkan korban jiwa dan kegaduhan," ujar dia.