Panglima TNI soal Serangan KKB: 4 Prajurit Terluka, 4 Lainnya Masih Dicari
·waktu baca 2 menit

Serangan KKB Papua ke prajurit TNI Satgas Yonif R 321/GT di wilayah Mugi-Mam, Nduga, Papua Pegunungan, tidak hanya menewaskan seorang prajurit, tapi juga melukai 4 prajurit lainnya.
Hal ini dikonfirmasi oleh Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, saat berkunjung ke Timika, Papua Tengah. Prajurit yang terluka telah dievakuasi.
"Saat ini ada 1 yang meninggal Pratu Miftakul Arifin dan ada 4 orang yang luka tembak yang tadi baru dievakuasi semuanya dan alhamdulillah mereka selamat semua," kata Yudo di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Selasa (18/4).
Yudo menjelaskan, saat itu prajurit yang berjumlah 36 orang tengah bertugas untuk mencari keberadaan pilot Susi Air Captain Philip Mehrtens yang disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya. Di tengah perjalanan mereka diadang oleh KKB. Baku tembak terjadi.
Dalam serangan yang terjadi pada Sabtu (15/4) sore itu, Pratu Arifin terkena tembakan dan jatuh ke dalam jurang. Prajurit yang lain berusaha mengevakuasinya sekaligus melindungi diri.
Yudo mengatakan dari 36 orang prajuritnya masih ada 4 orang yang kondisinya belum diketahui.
"Ada 4 personel yang belum terkonfirmasi sampai saat ini kita cari bersama," jelas Yudo.
Evakuasi Pratu Arifin Masih Tertunda
Selain itu, Yudo juga mengutamakan upaya evakuasi Pratu Arifin yang jasadnya masih berada di lokasi kejadian. Evakuasi itu tertunda lantaran cuaca buruk.
"Saat ini kita konsentrasi untuk evakuasi yang meninggal karena yang meninggal kemarin disampaikan terjatuh di jurang kita usahakan untuk evakuasi. Sampai saat ini belum berhasil karena cuaca," jelas Yudo.
Sementara prajurit yang terluka, Yudo memastikan mereka sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
"Mereka yang luka yang hari ini bisa kita angkut semua ke sini dan alhamdulillah tadi sudah kita terima dan bawa ke rumah sakit," jelas Yudo.
