Panglima TNI Tegaskan Pancasila Harus Ditanamkan Sejak SD

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memuji pidato Presiden Joko Widodo saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Ia menyebut Presiden Jokowi memberikan penjelasan kembali bagaimana sejarah lahirnya Pancasila.

"Jadi ini kejadian yang sangat luar biasa, beliau menjelaskan dalam pidatonya sejarah lahirnya pancasila, dan ini memang sesuatu yang harus karena bagaimana generasi kita selanjutnya dibilang lahirnya pancasila kapan tidak tahu," kata Gatot usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon No 6, Jakarta, Kamis (1/6).

[Baca: Pidato Lengkap Jokowi di Hari Lahir Pancasila]

Presiden Jokowi memimpin upacara. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi memimpin upacara. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Gatot menilai peringatan Hari Lahir Pancasila ini akan kembali menegaskan bahwa Pancasila adalah pandangan hidup Bangsa Indonesia. Pidato Presiden Jokowi juga dipandang memberikan pemahaman mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

[Baca: Asal Mula Sila Ketuhanan Yang Maha Esa]

Gatot menyebut bahwa ideologi Pancasila harus ditanamkan dengan cara didoktrin. "Sesuai dengan strata pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan seterusnya. Jangan sampai hanya sekadar wacana saja, tapi bagaimana mengimplimentasikannya di diri masyarakat dengan sejak dini," ucap Gatot.

[Baca: Pidato Pancasila Jokowi Dibacakan di Seluruh Indonesia]

Namun ia mengingatkan peringatan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka. Gatot berharap masyarakat bisa memahami nilai Pancasila sekaligus mengimplementasikannya.

"Ketuhanan Yang Maha Esa itu apa sih, kan gitu. Kemanusiaan yang adil dan beradab itu apa, itu kan cara berinteraksi sesama manusia. Kemudian cara beragama kita menyembah pada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian cara berbangsa, Persatuan Indonesia. Kemudian cara berdemokrasi sila keempat. Sila kelima apa yang akan kita tuju. Nah ini semua harus diajarkan sejak dini," kata dia.