Panja Jiwasraya, PDIP Cecar Jampidsus soal Kedekatan Dato Sri Tahir-Benny Tjokro

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengusaha Dato Sri Tahir saat memberikan keterangan pers usai menukarkan dolarnya ke rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (15/10/2018). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengusaha Dato Sri Tahir saat memberikan keterangan pers usai menukarkan dolarnya ke rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (15/10/2018). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Panja Kasus Jiwasraya Komisi III DPR menggelar rapat dengan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus), Ali Mukartono, pada Kamis (2/7).

Ini merupakan rapat kedua Panja Jiwasraya Komisi III DPR dengan Ali Mukartono. Rapat pertama sebelumnya pada 13 Februari.

Dalam rapat tersebut, dua anggota Komisi III DPR F-PDIP, Trimedya Panjaitan dan Arteria Dahlan, mencecar Ali mengenai kedekatan pemilik Mayapada Group, Dato Sri Tahir, dengan Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro. Benny Tjokro merupakan salah satu terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi Jiwasraya.

Trimedya mempertanyakan mengapa Kejagung cepat menyimpulkan tak ada hubungan Dato Sri Tahir dengan Benny Tjokro di kasus Jiwasraya. Padahal berdasarkan info yang diterima Trimedya, Benny Tjokro merupakan orang dekat Dato Sri Tahir.

Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro (kanan) usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Gedung KPK, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

"Dato Sri Tahir ada enggak keterkaitan dengan Benny Tjokro yang informasinya adalah kaki tangan Dato Sri Tahir dan taruh duit di Mayapada?" tanya Trimedya ke Ali di Ruang Rapat Komisi III DPR, Jakarta.

"Karena kalau dikaitkan Mayapada sudah dikasih lampu kuning oleh BPK salah satu bank yang bermasalah, bisa saja termasuk hubungan dengan Benny Tjokro. Bisa disimpulkan tidak ada kaitannya apa petunjuknya? apa tidak terlalu cepat disimpulkan tidak ada kaitan dengan Dato Sri Tahir? lanjut Trimedya.

Trimedya meminta Kejagung tak perlu sungkan memeriksa Dato Sri Tahir apabila memang ada kaitan dengan Benny Tjokro dan terlibat di kasus Jiwasraya. Jangan sampai, kata Trimedya, posisi Dato Sri Tahir sebagai anggota Wantimpres membuat Kejagung enggan memeriksanya.

Politikus PDIP Trimedya Panjaitan Foto: Nikolaus Harbowo/kumparan

"Jangan seakan-akan Tahir ini Wantimpres ada ewuh pakewuh. Saya dengar presiden sudah risih karena banyak masalah hukum Dato Sri Tahir, tidak mungkin kalau tidak apa-apa seseorang hire advokat papan atas, hire Yusril Ihza Mahendra," kata Trimedya.

Sementara Arteria Dahlan meminta Kejagung lebih teliti dalam menelusuri kedekatan Dato Sri Tahir dengan Benny Tjokro. Sama seperti Trimedya, Arteria meminta Kejagung untuk memeriksa Dato Sri Tahir.

"Kenapa nama Mayapada dibahas lagi di sini, dalam banyak jejak digital punya kedekatan khusus Benny Tjokro dengan Dato Sri Tahir. Benny Tjokro adalah nasabah Bank Mayapada," ucap Arteria.

Jampidsus Kejaksaan Agung, Ali Mukartono di Senayan, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Menjawab pertanyaan tersebut, Ali menegaskan hingga kini penyidik belum menemukan keterkaitan Dato Sri Tahir dalam perkara Jiwasraya maupun hubungannya dengan Benny Tjokro.

Meski demikian apabila dalam perkembangan ada fakta baru, kata Ali, pihaknya siap menindaklanjutinya dengan memeriksa Dato Sri Tahir.

"[Kasus Jiwasraya] kami berangkat penyidikan ini berdasarkan laporan dari BPK. Tidak ada satu pun dari laporan BPK terkait yang bersangkutan (Dato Sri Tahir). Demikian pula dalam keterangan saksi dan lainnya. Namun kalau dalam perkembangan ada kaitan akan kami lakukan pemeriksaan," ucapnya.

Gedung Kejaksaan Agung. Foto: Dok. Kejaksaan Agung

Sementara itu Direktur Penyidikan pada Jampidsus, Febri Adriansyah, menyatakan Benny Tjokro memang menaruh uang dan meminjam kredit di Bank Mayapada.

"Tapi hingga saat ini kita belum dapat keterkaitan Bank Mayapada atau Dato Sri Tahir kaitan di modus yang terjadi. Bagaimana ini goreng menggoreng saham kemudian dibeli Jiwasraya, yang pada akhirnya uang ada di HH (Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat) dan saham ada di Jiwasraya ada kaitan. Hingga saat ini kita belum dapat keterkaitan itu," pungkas Febri.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan