Pariwisata di Bali, Yogyakarta, dan Riau Akan Dibuka Bertahap Mulai Oktober

15 Mei 2020 9:21 WIB
comment
12
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wisatawan beraktivitas di kawasan Pantai Kedonganan, Badung, Bali, Rabu (15/4). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan beraktivitas di kawasan Pantai Kedonganan, Badung, Bali, Rabu (15/4). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
ADVERTISEMENT
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berencana membuka pariwisata di Bali, Yogyakarta dan Riau pada bulan Oktober. Kemenparekraf mencanangkan konsep CHS (Cleanliness, Health, Safety) sebagai tagline pariwisata usai pandemi COVID-19 mereda.
ADVERTISEMENT
"Saat ini kita memasuki dunia yang new normal, segala kebiasaan baru yang dulunya tidak dianggap normal, saat ini menjadi normal. Untuk itu implementasi CHS sangat tepat dilakukan sekarang,” kata Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, dalam keterangan persnya, Jumat (15/5).
Dia menerangkan konsep cleanliness mencakup kebersihan objek wisata dan pintu masuk. Health mencakup pengecekan kesehatan para wisatawan. Safety mencakup keamanan wisatawan dan masyarakat di ojek wisata.
Bali akan menjadi pilot project pembukaan objek wisata di tiga provinsi tersebut.
Suasana sepi di Keraton Yogyakarta, Senin (27/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace menyambut baik rencana Kemenparekraf. Dia optimistis Bali akan siap membuka kembali pariwisata pada Oktober mendatang.
ADVERTISEMENT
Namun, dia berharap wisata dibuka secara bertahap dan harus mematuhi protokol kesehatan dan keamanan.
Ia mengatakan rencananya kawasan pertama yang dibuka adalah kawasan Indonesia Tourism Development (ITDV) di Nusa Dua, Jimbaran, Badung. Ini karena kawasan ini cukup jauh dengan permukiman penduduk.
"Mengingat banyak wisatawan yang sudah sangat rindu dengan Bali, kita bisa buka ITDC di Nusa Dua terlebih dahulu. Mengingat di sana secara fisik sudah terisolasi dan jauh dari pemukiman dan dengan fasilitas yang sudah lengkap,” ujar Cok Ace.
Selanjutnya, jika tren kasus COVID-19 di dunia sudah 0, kawasan Tanah Lot hingga Monkey Forest di Ubud, Gianyar, akan dibuka.
"Jika tren COVID-19 di seluruh dunia sudah 0%, kita bisa buka secara bertahap beberapa spot wisata di Bali, seperti spot Tanah Lot atau Monkey Forest di Ubud. Sebagai catatan pembukaan spot tersebut tidak diikuti dengan pembukaan area di sekitarnya, untuk memaksimalkan social distancing terlebih dahulu," kata dia.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.