Parlemen Rusia: AS Tak Akan Biarkan Ukraina dan Rusia Berdamai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bendera Rusia dan Bendera Ukraina. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bendera Rusia dan Bendera Ukraina. Foto: Getty Images

Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko, mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak akan memberikan restu untuk perbaikan hubungan Rusia dan Ukraina. Hal itu ia ungkap saat wawancara pada Rabu (16/2).

Sebagaimana dilansir dari Tass, Matviyenko berpendapat bahwa Ukraina tidak dapat membuat keputusan independen. Bahkan jika Kiev ingin menempuh normalisasi dengan Moskow, AS akan menghalangi jalan itu.

“Masalah utama dalam hubungan kami dengan Ukraina, yang saya lihat, adalah bahwa Kiev tidak independen dalam kebijakan luar negeri dan dalam negerinya,” tegas Matviyenko.

Bagi Matviyenko, Washington kerap berupaya mengendalikan Kiev. Hubungan dengan Washington tersebut lantas memperkeruh relasi dengan Moskow di lain sisi.

Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dengan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden selama pertemuannya di Villa La Grange di Jenewa, Swiss. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

“Pihak berwenang Kiev diarahkan oleh Washington. Dan permusuhan dengan Rusia adalah harga yang harus dibayar Ukraina untuk perlindungan dari AS,” sambungnya.

Matviyenko mengatakan, orang-orang harus membuka mata dari ilusi AS akan menuntun kedua negara itu kepada normalisasi.

Situasi teranyar menjadi tidak kondusif untuk perbaikan hubungan Ukraina-Rusia. Akibatnya, kedua negara tak dapat melakukan pembicaraan yang berbuah baik.

Selain itu, Matviyenko juga menyinggung wilayah Donbass. Kelompok separatis di kawasan tersebut telah lama berperang dengan Pemerintah Ukraina. Rusia mendukung kelompok-kelompok tersebut.

“Sejauh ini, tidak ada seorang pun di kepemimpinan Ukraina untuk terlibat dalam dialog yang produktif dengan kami,” tambah Matviyenko.

Senator itu mengatakan, ketidakmampuan Ukraina untuk membuat keputusan tanpa pengaruh asing terlihat jelas. Khususnya, dalam kebijakan luar negri.

“Dalam banyak aspek, 'elemen jalanan', seperti ekstremis, sentiment anti-Rusia, nasionalis, dan neo-Nazi - menentukan kehidupan politik Ukraina saat ini. Yang, tidak diragukan lagi, membuat situasi di negara itu tidak dapat diprediksi, sementara pemerintahan negara menjadi sulit,” pungkas Matviyenko.