Partai Liberal Menang Pemilu Kanada, Justin Trudeau Kembali jadi PM

Partai Liberal kembali memenangi pemilihan umum di Kanada dan pemimpinnya, Justin Trudeau, akan kembali jadi perdana menteri. Namun mereka tidak mendapatkan suara mayoritas sehingga harus membentuk koalisi.
Diberitakan Reuters, Senin (21/10), berdasarkan penghitungan resmi komisi pemilu Kanada, Election Kanada, pada pemilu Minggu (20/10), Partai Liberal memenangi 156 dari 338 kursi parlemen yang diperebutkan.
Namun Liberal tidak memenuhi syarat untuk membentuk pemerintahan mayoritas, yakni 170 kursi. Trudeau memiliki waktu hingga Selasa (22/10) waktu setempat untuk membentuk koalisi dengan beberapa partai.
Peraih kursi terbanyak kedua adalah Partai Konservatif dengan 121 kursi parlemen. Pemimpin Partai Konservatif Andrew Scheer telah menjadi rival terkuat Trudeau sejak pemilu.
Perolehan suara Partai Liberal memburuk sejak pemilu terakhir pada 2015. Hal ini disebabkan oleh citra Trudeau yang tercoreng beberapa kasus.
Salah satunya adalah tersebarnya foto lama Trudeau yang dicat hitam wajahnya dan memakai kostum Arab, membuat pemimpin berusia 47 itu dituduh rasis.
Trudeau juga dituduh menekan menteri kehakiman Kanada untuk mencegah penyelidikan korupsi terhadap perusahaan SNC-Lavalin Group Inc. Menurut pengamat, tindakan Trudeau ini melanggar kode etik.
Kampanye 40 hari Trudeau juga dianggap sebagai yang terburuk dalam sejarah Kanada. Mantan guru dan putra dari bekas PM Kanada Pierre Trudeau ini juga mendapatkan ancaman kekerasan ketika kampanye.
Pada salah satu kampanye, Trudeau terpaksa mengenakan rompi anti peluru dan mendapat pengawalan ketat.
