Pasangan Suami Istri di Sleman Meninggal saat Jalani Isolasi Mandiri
ยทwaktu baca 2 menit

Pasangan suami istri berinisial JS dan KR dilaporkan meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Karang Tengah III, Nogotirto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (11/7) lalu.
Dukuh Karang Tengah III Surahmin menjelaskan bahwa mereka berdua memang terkonfirmasi positif corona pada 6 Juli lalu. Hal serupa juga dialami keponakan mereka yang tinggal bersebelahan.
"Kemarin itu (Minggu) kejadiannya. Pak JS sama Bu KR itu memang punya komorbid. Pak JS juga gula dan jantung," kata Surahmin kepada wartawan, Senin (12/7).
Sejak 6 Juli itu mereka menjalani isoman di rumahnya. Surahmin tidak mengungkapkan berapa usia pasangan suami istri tersebut.
Lalu pada Minggu (11/7), salah seorang pengurus RT bernama Senu datang untuk memberikan bantuan jaminan hidup atau jadup kepada pasangan ini. Namun lantaran sepi, keponakan JS dan KR diminta untuk menghubungi melalui telepon.
"Setelah ditelpon keponakannya, Pak JS keluar. Baru buka pintu Pak JS jatuh," ujarnya.
Senu yang ketika itu tahu yang bersangkutan sedang isolasi mandiri tidak berani menolong. Keponakan JS dan KR lantas menghubungi ibunya di kampung sebelah untuk datang.
Dia menjelaskan bahwa selama ini keluarga tidak menginformasikan bahwa keduanya mengalami pemburukan. Surahmin baru tahu bahwa dua hari yang lalu KR sudah mengeluh sesak napas hingga harus dibantu oksigen.
"Akhirnya telepon satgas sekitar sebelum zuhur, dari satgas bilang baru nunggu dokter," ujarnya.
Surahmin lantas ke lokasi bersama satgas dan dokter puskesmas. Di sana ternyata KR sudah didapati meninggal dunia.
"Tidak adanya (meninggal) sudah dari pagi melihat kondisinya, sekitar 3-4 jam yang lalu. Jadi bisa diperkirakan bisa meninggalnya pagi, jam 9 atau jam berapa," ucapnya.
Sementara JS oleh tim medis dibawa ke RSUP Dr Sardjito. Namun nahas JS meninggal di perjalanan karena telah mengalami sesak napas.
"Pak JS sudah tidak ada saat di perjalanan menuju Sardjito. Akhirnya dibawa pulang lagi dijadikan satu tempat pemulasaraannya," katanya.
Di kampungnya ini, dari 17 RT sudah ada 80 orang yang positif corona. Dari jumlah tersebut ada 6 orang yang meninggal dunia. Mereka semua meninggal di rumah sakit kecuali KR yang tengah isolasi.
"Yang meninggal isolasi cuma Bu KR ini, yang lain meninggal di rumah sakit," katanya.
