Lagi Kisah Pilu, 2 Orang Positif COVID di Sleman Meninggal saat Diantar Keluarga

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemakaman pasien COVID-19. Foto: Reuters/Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemakaman pasien COVID-19. Foto: Reuters/Willy Kurniawan

Dua warga Kabupaten Sleman meninggal dunia di dalam mobil. Mereka berdua diketahui terkonfirmasi corona. Peristiwa pertama terjadi pada 8 Juli lalu dan peristiwa kedua terjadi pada hari ini, Jumat (9/7).

Koordinator Posko Dekontaminasi COVID-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Vincentius Lilik Resmiyanto menjelaskan peristiwa pertama warga tersebut meninggal dalam perjalanan pulang usai menjalani swab dan kasus kedua meninggal ketika hendak ke rumah sakit.

Dua kasus itu meninggal di mobil saat diantar bersama keluarganya. "Kemarin tanggal 8 Juli ada satu, tadi pagi ada juga satu," kata Lilik dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/7).

kumparan post embed

Lilik menjelaskan peristiwa pada 8 Juli kemarin menimpa seorang warga asal Kecamatan Mlati. Usai menjalani swab dengan hasil positif, warga itu hendak dibawa pulang. Namun mengembuskan napas di perjalanan saat diantar keluarganya.

"Yang di Blunyah itu kan habis dari swab positif malah meninggal. Dari klinik hasilnya positif mau pulang, meninggal di mobil," katanya.

Sementara peristiwa kedua pada hari ini menimpa warga Kecamatan Sleman. Warga tersebut memang sudah terkonfirmasi positif corona dan menjalani isolasi mandiri. Lantaran mengalami gejala, warga tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit.

"Kalau yang hari ini memang positif, isoman ada gejala mau dibawa ke rumah sakit meninggal di mobil," katanya.

Lilik menduga saturasi oksigen warga tersebut telah menurun karena napas sudah tersengal-sengal.

"Iya di rumah sudah ini ya sudah tersengal-sengal tidak ada oksigen mau dibawa ke rumah sakit meninggal di mobil," ujarnya.

Sementara lilik menjelaskan hari ini sudah ada 6 orang yang meninggal dunia saat isoman di rumah.

"Yang meninggal di rumah ada 6 hari ini, pemulasaran. iya (isoman) kalau kemarin kan sampai 10 ini ada 6," ujarnya.

Menurut datanya pada bulan Juli ini sudah tercatat ada 70 pasien isoman di Sleman yang meninggal dunia. Baik itu positif corona maupun suspect corona.

"Iya Juli ini ada 70an yang meninggal di rumah. Memang banyak ada komorbid, tanpa gejala. Terus cari rumah sakit susah, terus isoman di rumah, kebanyakan seperti itu," ujar dia.

embed from external kumparan