Pasien Corona di RI Kebanyakan Merasa Sehat, Ternyata Sudah Happy Hypoxia

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dokter Twindy Rarasati, dokter sekaligus penyintas corona. Foto: Youtube Forum Merdeka Barat
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Twindy Rarasati, dokter sekaligus penyintas corona. Foto: Youtube Forum Merdeka Barat

Belakangan tingkat keterisian ruang ICU rumah sakit rujukan corona di beberapa provinsi di Indonesia seperti di DKI Jakarta hingga Jawa Barat meningkat tajam. dr Twindy Rarasati, dokter sekaligus penyintas corona pun mengakui kondisi ini harus diantisipasi.

"Ruang ICU dan alat pernapasan dibutuhkan hanya sesuai indikasi, memang tidak semua pasien jatuh ke kondisi critical state yang ujung-ujungnya membutuhkan ventilator dan perawatan di ICU," kata dr Twindy dalam diskusi virtual di Youtube Forum Merdeka Barat 9, Senin (23/1).

"Tapi pasien-pasien yang critical state ini ternyata lumayan banyak kalau di bandingkan dengan prevalensi di negara-negara lain," imbuh dia.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Twindy menjelaskan, faktor utamanya karena masyarakat Indonesia belum mawas diri dengan COVID-19.

"Salah satunya karena tidak terdeteksi dari awal jadi banyak pasien yang merasa "oh saya sehat-sehat saja" ternyata sudah timbul happy hypoxia terlebih dahulu di rumah," ungkap dia.

Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Happy hypoxia terjadi karena ada kejadian hypoxia, yaitu kurangnya oksigen dalam darah. Dalam kondisi normal, kalau kurang oksigen dalam darah, maka orang akan sesak dan ada gejalanya.

Hal itu terjadi karena kerusakan pada saraf yang mengantarkan sensor sesak ke otak. Sehingga otak tidak memberikan respons otak tidak mengetahui kondisi kekurangan oksigen dalam darah.

Fenomena ini yang banyak memicu kematian. Sebab, kondisi pasien corona sudah terlanjur buruk saat di rumah sakit.

"Dan saat dia masuk tujuannya langsung mencari ICU dan itu akan lebih susah dibandingkan pasien yang dari awal. Sudah kita lihat yang sudah kita terapi, yang kita usaha perbaiki kondisinya namun sadly jatuh ke kondisi yang lebih buruk," tutup Twindy.

embed from external kumparan

***

Saksikan video menarik di bawah ini: