Pasien COVID-19 yang Dirawat di Isoter Jakarta Meningkat
·waktu baca 2 menit

Jumlah pasien yang dirawat di 6 lokasi isolasi terpusat (isoter) di DKI Jakarta kembali meningkat.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, per Senin (14/2), dari 927 tempat tidur yang tersedia saat ini terisi 111 tempat tidur.
Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan data 4 hari yang lalu. Pada Kamis (10/2), dari 921 tempat tidur terisi 47 tempat tidur.
Meskipun begitu, menurut Kepala BPBD DKI Isnawa Adji jumlah ini masih dalam kategori terkendali.
“Setiap hari kita memantau pergerakan data (pasien isoter) masuk. Ada yang sembuh, keluar gitu, tapi alhamdulillah kan Omicron ini nggak seperti Delta, BOR-nya juga kecil, tingkat kematian juga kecil,” jelas Isnawa kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/2).
Sebagai informasi, Pemprov DKI menyiapkan lokasi isoter secara gratis untuk pasien pasitif COVID-19 yang tidak memiliki gejala sampai dengan gejala ringan yang tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.
Berikut adalah persentase hunian pasien lokasi isoter per Senin (14/2);
Cik’s Mansion
Kapasitas: 77 bed
Terpakai : 10
Graha Wisata Ragunan
Kapasitas: 200 bed
Terpakai : 6
Graha Wisata TMII
Kapasitas : 100 bed
Terpakai : 46
LPMP
Kapasitas : 150 bed
Terpakai : 0
Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari
Kapasitas : 200 bed
Terpakai : 17
Wisma Adhyaksa Puri Loka
Kapasitas : 200 bed
Terpakai : 32
