Pasien Pertama Kasus Cacar Monyet di Indonesia Sempat ke Luar Negeri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gambar mikroskop elektron (EM) menunjukkan partikel virus monkeypox dewasa berbentuk oval serta partikel bulan sabit dan bulat dari virion yang belum matang, diperoleh dari sampel kulit manusia. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Gambar mikroskop elektron (EM) menunjukkan partikel virus monkeypox dewasa berbentuk oval serta partikel bulan sabit dan bulat dari virion yang belum matang, diperoleh dari sampel kulit manusia. Foto: Reuters

Kementerian Kesehatan RI mengkonfirmasi kasus pertama cacar monyet (monkey pox) di Indonesia. Pasien pertama ini merupakan seorang pria berusia 27 tahun.

Jubir Kemenkes RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan, pasien ini diketahui habis bepergian ke luar negeri. Ia dikonfirmasi positif melalui hasil PCR pada Jumat (19/8) malam.

Syahril menyebut, pasien itu mengalami gejala, tapi tidak berat. Seperti demam hingga ruam di beberapa bagian tubuhnya.

Berikut kronologi penemuan pasien pertama cacar monyet di Indonesia;

8 Agustus

Pria asal Jakarta ini tiba di Indonesia. Namun, tidak disebutkan asal negara mana ia berangkat.

Menurut Syahril, pasien itu sempat ke negara yang memang telah mencatat adanya kasus cacar monyet. Terdapat 89 negara yang mengumumkan adanya kasus cacar monyet.

"Pasien ini memang habis berpergian dari negara yang sudah saya sebutkan tadi ada 89 negara di antara itu. Kami tidak akan menyebutkan nama negaranya," ujar Syahril.

14 Agustus

Pasien mulai mengalami gejala demam.

16 Agustus

Mulai muncul ruam-ruam di beberapa bagian tubuh. Catatan Kemenkes, ruam muncul di muka, telapak tangan, kaki, dan di sebagian sekitar alat kelamin.

18 Agustus

Pasien datang ke rumah sakit. Petugas langsung menangani sesuai SOP yang memang sudah disiapkan sebelumnya bila terdapat pasien dengan gejala cacar monyet. Pemeriksaan PCR pun dilakukan.

19 Agustus

Hasil PCR keluar pada Jumat malam. Hasilnya, pasien dinyatakan positif cacar monyet.

"Namun pasien baik-baik saja, dalam istilah COVID itu ringan dan pasien tidak perlu dirawat, isolasi cukup isoman di rumah," jelas Syahril.

Informasi ini ditindaklanjuti Dinkes untuk melakukan surveillance kepada masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien dan melakukan pemeriksaan.

"Karena kasus cacar monyet ini menular dan memerlukan kontak tracing kepada orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien itu," tutupnya.

Infografik Waspada Cacar Monyet. Foto: kumparan