Pasutri di Bali Gagas 'AkuForBali' Bantu Warga Kesulitan Selama PPKM Darurat
·waktu baca 2 menit

Gerakan rakyat bantu rakyat semakin meluas selama pandemi COVID-19. Gerakan saling bantu ini meringankan beban mereka yang terdampak pandemi COVID-19.
Hal ini juga dilakukan pasangan suami istri di Bali bernama Anak Agung Satya Wibhawa dan Isyanita Tungga Dewi. Dari hati, nurani mereka tergerak terlibat membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan hingga menjalani isolasi mandiri akibat COVID-19
Gerakkan bantu masyarakat yang digagas oleh pasutri itu diberi nama ‘AkuForBali’. Gerakan ini terus berlangsung selama PPKM darurat 3-20 Juli 2021.
"Sejak awal pandemi (COVID-19) kita tidak pernah berhenti, sampai sekarang kita bergerak terus menerus demi kemanusiaan," kata Satya Wibhawa saat dihubungi Kamis (15/7).
Satya dan Dewi mengunakan dana pribadi dan donasi dari warga untuk memberikan bantuan terhadap warga terdampak.
Di antaranya sejumlah paket sembako meliputi beras, mi instan, telur, minyak goreng, bumbu masak, susu, gula, kopi, teh, dan keperluan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Setiap hari ia berkeliling memberikan bantuan paket sembako sekitar 50-60 paket. Belakangan, relawan lain ikut menawarkan diri membantu menyalurkan paket sembako.
"Awalnya saya dan istri yang bergerak, tapi sekarang sudah dibantu oleh relawan yang lain," kata dia.
Pengantaran paket sembako bagi pasien isolasi mandiri biasanya terlebih dahulu dilaporkan relawan. Ia atau relawan tersebut lalu mendata keperluan yang dibutuhkan.
"Tempo hari ada orang yang terdampak di Kuta sedang menjalani isolasi mandiri, kita langsung antarkan ke sana paket sembako dan makanan," kata dia.
Ia berharap pandemi COVID-19 ini segera berlalu. Sebagian besar warga di Bali yang ia temui selama COVID-19 19 atau pun sejak PPKM Darurat mengeluh kesulitan ekonomi.
"Tapi ada atau tidak ada (donasi), kita akan tetap jalan," kata dia.
