Dinkes Bali Temukan Tiga Kasus COVID-19 Varian Delta
·waktu baca 2 menit

Dinas Kesehatan Bali menemukan tiga kasus COVID-19 varian Delta. Mereka terdiri dari dua laki-laki dengan usia 20 tahun dan 50 tahun serta seorang perempuan berusia 48 tahun.
"Menyampaikan update GISAID. Ada 3 varian Delta B.1617.2 yang berasal dari Bali. Berikut datanya : L 20 tahun, L 50 tahun dan P 48 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya saat dihubungi, Kamis (15/7).
Suarjaya belum mengetahui kondisi tiga pasien tersebut apakah masih dalam perawatan atau sudah sembuh. Suarjaya masih melacak data pasien tersebut.
"Masih lacak karena ini hasil uji lab sampelnya dikirim ke pusat," kata dia.
Menurut Suarjaya, strategi dalam mengantisipasi lonjakan COVID-19 adalah seluruh pihak meningkatkan protokol kesehatan 6M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi keramaian, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama). Lalu memperkuat testing, tracing dan treatment atau (3T).
"Sama saja dengan 6M dan 3T," kata dia.
Sebelumnya pada Mei lalu Pemprov Bali mengumumkan dua kasus baru mutasi COVID-19. Kasus pertama merupakan seorang pelaku pariwisata di Kabupaten Badung, Bali.
Ia kemudian meninggal setelah terpapar varian Beta yang berasal dari Afrika Selatan. Dia diduga terpapar dari keluarga yang aktif beraktivitas ke luar rumah.
Lalu kasus kedua seorang tenaga kesehatan asal Kota Denpasar, terpapar varian Alpha yang berasal dari Inggris. Dia diduga terpapar saat merawat pasien WNA positif COVID-19. Kini tenaga kesehatan tersebut dinyatakan telah sembuh.
Dengan adanya tiga kasus ini, maka jumlah total kasus varian baru di Bali telah mencapai lima kasus. Pantauan kumparan, kasus corona di Bali terus melonjak per 19 Juni. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah varian Delta.
Pada pekan ketiga Juni lalu, rata-rata kasus harian corona di Bali di angka 90 dengan tingkat kesembuhan 40 orang dan kematian 1 orang.
Pada pekan pertama Juli, rata-rata ada 197 orang dinyatakan positif corona, 87 orang sembuh dan 2 orang meninggal setiap hari. Pekan kedua, ada 332 orang positif, 162 orang sembuh dan 6 orang meninggal setiap hari.
Pada pekan ketiga, rata-rata kasus harian di Bali melonjak dua kali lipat menjadi 665 orang dinyatakan positif, 310 orang sembuh dan 12 orang meninggal mengidap corona setiap hari.
Per Rabu (14/7), ada 791 orang terkonfirmasi positif COVID-19, 315 sembuh dan 21 orang meninggal.
Secara kumulatif ada 57.488 orang dinyatakan positif, 50.409 orang sembuh 1.691 orang meninggal dan 5.388 orang yang masih dirawat akibat COVID-19.
