Patroli Polda Metro Gagalkan Tawuran di Jaktim-Bekasi: Ada yang Masih 13 Tahun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabidhumas Polda Metro Jaya Ade Ary menjawab pertanyaan wartawan saat dijumpai jelang unjuk rasa Buruh di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabidhumas Polda Metro Jaya Ade Ary menjawab pertanyaan wartawan saat dijumpai jelang unjuk rasa Buruh di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya menggagalkan aksi tawuran yang terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi pada Jumat (17/10) dini hari.

Dalam kejadian itu, polisi mengamankan belasan remaja. Salah satu yang termuda masih berusia 13 tahun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam, mengatakan upaya pencegahan dilakukan setelah tim patroli sebelumnya berhasil menggagalkan aksi balapan liar di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Setelah berhasil mencegah balapan liar, kemudian bergeser lagi mobile dari tadi lokasi pertama di daerah Pondok Indah, Sultan Iskandar Muda kemudian bergeser ke lokasi kedua di daerah Jalan Cilangkap, di daerah Cipayung. Itu berhasil menggagalkan tawuran,” kata Ade Ary kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (17/10).

Ilustrasi Tawuran. Foto: Shutterstock

Dalam peristiwa di Cipayung itu, polisi mengamankan tiga remaja bersama satu senjata tajam dan beberapa sepeda motor. Mereka kemudian diserahkan ke Polsek Cipayung untuk pendalaman lebih lanjut.

Tak berhenti di situ, tim patroli presisi melanjutkan patroli hingga ke wilayah Jati Sampurna, Bekasi. Di lokasi tersebut, polisi kembali menggagalkan rencana tawuran yang akan terjadi.

“Ya ada sebelas barang bukti yang diamankan, celurit, kemudian cocor bebek. Kemudian dua belas orang berhasil kami cegah untuk tidak melaksanakan tawuran,” lanjut Ade Ary.

Ilustrasi Balap Liar. Foto: oneinchpunch/Shutterstock

Dari dua lokasi tersebut, total ada 15 orang yang diamankan. Polisi menyebut rentang usia para pelaku antara 13 hingga 25 tahun.

“Ada satu hal yang memprihatinkan, total 15 orang yang berhasil kami cegah, kami lindungi untuk tidak melaksanakan tawuran, itu usianya ada yang 13 tahun,” ujar Ade Ary.

Atas kejadian ini, Ade Ary mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama di malam hari.

“Mohon dicek anak-anaknya ya, jam 21.00 WIB kalau masih pelajar ya tentunya dicek ada di mana, sedang apa. Ya, ini menjadi perhatian kita bersama,” ucapnya.