PDIP: Gibran Tak Akan Diberi Karpet Merah, Penjaringan Equal Treatment

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dalam hitungan jam akan mendaftarkan diri sebagai calon wali kota Solo melalui DPD PDIP. Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengatakan, Gibran tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa dalam proses penjaringan partainya.
Artinya, Gibran harus mengikuti seluruh proses tahap penjaringan seperti calon walkot lainnya.
"Kalau dalam proses penjaringannya di partai ini equal treatment. Semua diperlakukan sama. Mohon izin tentu mas Gibran tidak diberikan karpet merah. Bahwa soal keputusan ketua umum ya monggo," kata pria yang akrab disapa Pacul ini di Gedung DPR, Senayan, Kamis (12/12).
Pacul menuturkan jika Megawati telah mengambil keputusan, maka partai akan menjalankan keputusan tersebut. Namun, PDIP belum menentukan sikap terhadap pencalonan Gibran.
"Prinsipnya PDIP keputusan-keputusan penting pasti ditangani ibu ketua umum. Dan kalau ibu ketua umum sudah ambil keputusan, semua tegak lurus," ucap dia.
Selain itu, meski Pacul menyebut, usia Gibran yang relatif masih muda dengan pengalaman politik yang minim tak membuat peluangnya maju sebagai calon wali kota Solo dari PDIP pupus. Sebab, kata Pacul, saat ini muncul trend pemimpin dari kalangan muda.
"Presiden kasih contoh seperti Nadiem. Staf khusus Presiden masih muda semua ya kan. Jadi ini rising untuk adik-adik milenial didukung oleh kelompok milenial. Dunia pun tren-nya seperti itu. Perdana menteri muda," tutur dia.
Pacul menjelaskan, selama seorang calon memiliki kompetensi dan karakter, maka ia berpeluang untuk menjadi pemimpin, termasuk Gibran. Namun, lagi-lagi ia menegaskan, keputusan akhir berada di tangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Teori yang memperhatikan karakter, mempertimbangkan kompetensi. Mempertimbangkan kapasitas dan itu bisa dilihat dari rekam jejaknya," tutur dia.
Meski Gibran mendaftarkan diri melalui DPD PDIP Jateng, Pacul menuturkan calon walkot Solo yang sudah ditetapkan DPC PDIP yaitu Achmad Purnomo dan Teguh Prakoso tak akan mundur dari pencalonannya. Sebab, kata dia, keduanya memiliki konstituen tersendiri.
"Kalau kemungkinan mundur ya pasti enggaklah. Itu sudah pasti akan susahlah. Karena beliau juga punya konstituen yang kemarin mengusung. Tetap ketika rekomendasi turun, itulah kekuatan PDIP, begitu rekomendasi turun kita semua tegak lurus," ucap dia.
