PDIP Tak Mau Campuri Urusan NasDem-PKS: Itu Kedaulatan Partai

Ketum NasDem Surya Paloh menggelar pertemuan dengan pimpinan PKS. Dalam pertemuan Rabu (30/10), NasDem dan PKS menyepakati sejumlah hal.
Menanggapi hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya memandang pertemuan tersebut merupakan hak dari NasDem. Ia tak mau mencampuri urusan NasDem dan PKS.
"Setiap partai punya kedaulatan di dalam menentukan arah dan strategi politiknya, kami tidak bisa mencampuri atas apa yang dilakukan partai lain," kata Hasto di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/10).
Ia enggan menilai terlalu jauh mengenai pertemuan NasDem dan PKS. Hasto menyakini pertemuan para elite partai itu hanya menunjukkan bahwa politik itu berjalan dinamis dengan memiliki tujuan masing-masing.
"Jadi pertemuan itu menunjukkan bahwa setiap partai punya strategi, punya cara di dalam menunjukkan seluruh arah politiknya, tetapi kalau bagi PDIP dengan sebuah identitas, ideologi yang fokusnya adalah kerakyatan, kebangsaan dan membangun makmur dan berkeadilan," ucapnya.
PDIP, lanjut Hasto, lebih memilih untuk memperkuat dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf di dalam pemerintahan. Selain itu, PDIP juga fokus mengajak masyarakat mendukung program kerja presiden dan wakil presiden.
"Skala prioritas kami adalah bergerak ke bawah. Jadi manuver dan pergerakan politik PDIP ke bawah untuk memberikan dukungan terhadap kabinet baru yang terbentuk ini, memberikan dukungan kepada pemerintahan Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin, sehingga apa yang di cita-citakan bersama dapat dicapai sepenuhnya," tuturnya.
Sebelumnya, Ketum NasDem Surya Paloh menggelar pertemuan dengan Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang. Pertemuan itu menghasilkan tiga kesepakatan, termasuk membuka kemungkinan untuk bekerja sama.
Setelah bertemu PKS, NasDem memang akan melanjutkan safari politiknya dengan bertemu PAN dan Demokrat.
Berikut 3 poin kesepakatan NasDem dan PKS:
Saling menghormati sikap konstitusional dan pilihan politik masing masing Partai. Partai NasDem menghormati sikap dan pilihan politik PKS untuk berjuang membangun bangsa dan negara dari luar pemerintahan. Di saat yang sama, PKS juga menghormati sikap dan pilihan politik Nasdem yang berjuang di dalam pemerintahan. Perbedaan sikap politik kedua Partai tersebut tidak menjadi penghalang bagi Nasdem dan PKS Untuk berjuang bersama-sama menjaga demokrasi agar tetap sehat dengan Memperkuat fungsi check and balances di DPR RI. Demokrasi yang sehat itu penting untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia baik di bidang Politik, ekonomi, keagamaan, pendidikan, kesehatan, budaya, dan lainnya.
Senantiasa menjaga kedaulatan NKRI dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan baik dan benar, keluhuran akhlak dan keteladanan para elit sebagai dasar-dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tidak memberikan tempat kepada tindakan separatisme, komunisme, terorisme, radikalisme, intoleransi, dan lainnya yang bertentangan dengan empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kami menyadari bahwa takdir sosiologis dan historis bangsa Indonesia adalah warisan sejarah kerja sama para pendiri bangsa antara kelompok nasionalis yang memuliakan nilai Agama dengan kelompok Islam yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, bagi generasi penerus dari dua komponen bangsa tersebut harus mampu menjaga warisan sejarah pendiri bangsa ini dengan saling menghormati, saling memahami, dan saling bekerjasama, dalam rangka menjaga kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan Partai atau golongan. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa meridai pertemuan ini dan senantiasa memberikan kekuatan kepada kedua Partai untuk senantiasa berkomitmen pada kesepahaman ini.
