Jokowi soal NasDem ke PKS: Biasa Saja, Jangan Dikaitkan Koalisi Rapuh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe saat meresmikan Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe saat meresmikan Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati

Presiden Joko Widodo tak mempermasalahkan pertemuan Ketum NasDem Surya Paloh dengan sejumlah elite PKS beberapa waktu lalu. Padahal, NasDem masih masuk dalam koalisi pemerintah, sedangkan PKS tetap teguh menjadi oposisi.

"Ya biasa sajalah, partai ketemu partai, biasa. Tokoh politik ketemu tokoh politik, biasa sekali. Jangan dikaitkan NasDem ketemu PKS, kemudian koalisi rapuh. Apa hubungannya? Enggak ada hubungannya," tegas Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).

Seharusnya, kata Jokowi, pertemuan ini tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Sebab, kata Jokowi, mungkin selama ini Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman ingin bertemu langsung namun tak pernah terealisasi.

Presiden Joko Widodo memberikan salam saat pidato di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

"Pak Surya Paloh mungkin sudah lama enggak ketemu Pak Sohibul Iman ya, mungkin dengan saya ndak begitu kangen, biasa saja. Biasa sajalah, enggak usah terlalu dibawa ke perasaan," jelas Jokowi.

"Untuk kebaikan bangsa, kebaikan negara, ketemu ya ketemu. Menurut saya baik saja," tandasnya.

Pertemuan NasDem dengan PKS itu berlangsung di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10) lalu. Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan tiga poin kesepakatan antar-kedua partai yang berisi:

kumparan post embed

1. Saling menghormati sikap konstitusional dan pilihan politik masing masing Partai. Partai NasDem menghormati sikap dan pilihan politik PKS untuk berjuang membangun bangsa dan negara dari luar pemerintahan. Di saat yang sama, PKS juga menghormati sikap dan pilihan politik Nasdem yang berjuang di dalam pemerintahan. Perbedaan sikap politik kedua Partai tersebut tidak menjadi penghalang bagi Nasdem dan PKS Untuk berjuang bersama-sama menjaga demokrasi agar tetap sehat dengan Memperkuat fungsi check and balances di DPR RI. Demokrasi yang sehat itu penting untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia baik di bidang Politik, ekonomi, keagamaan, pendidikan, kesehatan, budaya, dan lainnya.

2. Senantiasa menjaga kedaulatan NKRI dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan baik dan benar, keluhuran akhlak dan keteladanan para elit sebagai dasar-dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tidak memberikan tempat kepada tindakan separatisme, komunisme, terorisme, radikalisme, intoleransi, dan lainnya yang bertentangan dengan em pat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Kami menyadari bahwa takdir sosiologis dan historis bangsa Indonesia adalah warisan sejarah kerja sama para pendiri bangsa antara kelompok nasionalis yang memuliakannilai Agama dengan kelompok Islam yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, bagi generasi penerus dari dua komponen bangsa tersebut harus mampu menjaga warisan sejarah pendiri bangsa ini dengan saling menghormati, saling memahami, dan saling bekerjasama, dalam rangka menjaga kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan Partai atau golongan. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi pertemuan ini dan senantiasa memberikan kekuatan kepada kedua Partai untuk senantiasa berkomitmen pada kesepahaman ini.