Pecahan Peluru Drone Houthi Tewaskan 1 Orang di Taif, Saudi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ledakan ranjau darat. Foto: Alex McBride / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ledakan ranjau darat. Foto: Alex McBride / AFP

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi mengungkapkan satu orang tewas akibat terkena pecahan peluru dari drone yang diluncurkan Houthi pada Kamis (17/9).

Dilansir AFP, peluru drone itu telah dicegat oleh Arab Saudi. Namun, pecahannya jatuh di wilayah Taif yang terletak di sebelah timur Makkah.

"Jatuhnya pecahan peluru dari drone yang jatuh di provinsi Taif mengakibatkan satu orang tewas, dua orang terluka, dan kerusakan material pada beberapa bangunan dan kendaraan," kata Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial.

Badan tersebut menambahkan bahwa orang yang tewas adalah warga negara Yaman.

Gambar-gambar yang diposting oleh media pemerintah Saudi menunjukkan jendela mobil dan etalase toko yang hancur akibat pecahan peluru, dengan bangunan-bangunan di sekitarnya juga mengalami kerusakan.

Dalam serangan yang dikaitkan dengan Houthi, sedikitnya total sudah 5 orang tewas.

Ketiga pihak telah terlibat dalam pertukaran serangan yang semakin meningkat sejak perang saudara Yaman kembali berkobar, dengan Arab Saudi menuduh Houthi menembaki kota suci Makkah pekan ini.

Houthi mengatakan pesawat tempur musuh Saudi menargetkan tiga menara telekomunikasi di provinsi Taiz, dengan satu warga sipil tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan di kota Abs, menurut televisi Almasirah.

Media yang didukung Houthi itu kemudian melaporkan bahwa "tiga anak tewas dan beberapa warga Yaman terluka dalam serangan oleh tentara bayaran yang didukung Saudi", yang merujuk pada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Insiden-insiden ini terjadi sehari setelah Riyadh menuduh Houthi melancarkan serangan "pengecut" yang menargetkan kota suci Islam, Makkah, sebuah tuduhan yang mereka bantah.