Pedagang Tak Setuju Wakapolri soal Pelibatan Preman Pasar

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana tinjau pembagian masker di Tanah Abang, Jakarta. Foto: Polri
zoom-in-whitePerbesar
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana tinjau pembagian masker di Tanah Abang, Jakarta. Foto: Polri

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berencana mendisiplinkan protokol corona melalui jeger atau preman pasar. Pernyataan ini sontak ditolak oleh Ikatan Para Pedagang Indonesia (IKAPPI).

Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengatakan, tak setuju dengan pernyataan Eddy. Sebab dinilai malah dapat menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan lingkungan pasar.

"Kalau pada akhirnya harus menerjunkan preman, kami pikir ini bukan langkah yang efektif, solusi yang efektif. Justru menimbulkan keresahan dan lain sebagainya," kata Reynaldi kepada kumparan, Jumat (11/9).

Menurutnya sosialisasi dan disiplin protokol kesehatan di pasar bisa dilakukan oleh pengelola pasar. Hal itu, kata dia, bisa berhasil jika ada pendekatan yang tepat.

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana tinjau pembagian masker di Tanah Abang, Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

"Kalau itu enggak tepat kami rasa enggak tepat. Masih banyak pihak. Coba komunikasinya cukup baik dengan pengelola pasar katakanlah Pasar Jaya dalam hal ini yang kelola misalnya," tuturnya.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berencana menyertakan para jeger sebagai internal pasar dalam kampanye pencegahan virus corona.

“Kita juga berharap penegak disiplin internal di klaster-klaster pasar. Di situ kan ada jeger-jegernya,” kata Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis (10/9).