Wakapolri Sebut Preman Pasar Bantu Urus Protokol Kesehatan, Ini Kata Pedagang

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kerumunan calon pembeli di pasar ikan Parung. Foto: Dok. Donal Husni
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kerumunan calon pembeli di pasar ikan Parung. Foto: Dok. Donal Husni

Pemerintah terus menggaungkan disiplin protokol kesehatan seperti masker, termasuk di dalam pasar.

Bahkan, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berencana mendisiplinkan protokol kesehatan corona melalui jeger atau preman pasar.

Ketua Bidang Infokom DPP Ikatan Para Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan merespons ucapan Wakapolri itu.

Menurutnya memang perlu keterlibatan banyak pihak untuk mendisiplinkan protokol kesehatan di pasar.

"Kalau pada akhirnya harus menerjunkan preman, kami pikir ini bukan langkah yang efektif, solusi yang efektif. Justru menimbulkan keresahan dan lain sebagainya," kata Reynaldi kepada kumparan, Jumat (11/9).

(Reynaldi menelepon kumparan setelah berita ini naik. Dia meralat ucapan sebelumnya yang memberikan dukungan. Reynaldi memberikan pernyataan baru bahwa pihaknya tak sepakat dengan usulan Wakapolri. kumparan mengubah pernyataan Reynaldi sesuai dengan keterangannya yang baru)

Dia juga mengatakan, pihaknya juga terus berupaya melakukan sosialisasi masker dan protokol lainnya ke seluruh komponen pasar.

Bukan hanya pedagang, tapi juga kepada satpam dan pihak lainnya yang terlibat dalam aktivitas pasar.

"Sosialisasi masker itu terus kami lakukan tidak hanya di pedagang pasar tetapi semua stakeholder, tidak hanya preman pasar, satpam, dan kuli panggul juga kami dorong menggunakan masker," ujarnya.

Anggota komunitas nol sampah dan sanggar hijau Indonesia mengambil kantong plastik warga dan diganti dengan tas ramah lingkungan saat melakukan sosialisasi pengurangan plastik sekali pakai di pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Foto: SYAIFUL ARIF - ANTARA FOTO

"Karena penggunaan masker ini penting untuk dilakukan dan disosialisasikan secara terus menerus, kami mendukung pernyataan wakapolri untuk bisa mendisiplinkan banyak pihak," lanjutnya.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berencana menyertakan para jeger sebagai internal pasar dalam kampanye pencegahan virus corona.

“Kita juga berharap penegak disiplin internal di klaster-klaster pasar. Di situ kan ada jeger-jegernya,” kata Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis (10/9).