Pejuang Afghanistan Bersedia Diskusi dengan Taliban, Tetapi Juga Siap Tempur
·waktu baca 2 menit

Pemimpin pejuang anti-Taliban, Ahmad Massoud, menyatakan kesediaannya untuk membuka diskusi secara damai dengan Taliban. Meski begitu, ia dan pasukannya tetap siap untuk bertempur jika dibutuhkan.
“Kami ingin menyadarkan Taliban bahwa satu-satunya jalan ke depan adalah lewat negosiasi. Kami tidak ingin ada perang,” ujar Massoud pada Minggu (22/8), sebagaimana dikutip dari Reuters.
Ahmad Massoud mendesak untuk dibentuknya pemerintahan Afghanistan yang inklusif yang mampu merepresentasikan seluruh kelompok etnis Afghanistan. Ia merujuk kekuasaan Taliban saat ini sebagai rezim totalitarian.
“Rezim totalitarian seharusnya tidak diakui oleh komunitas internasional,” tegasnya.
Komentar Massoud tersebut diungkapkan usai adanya cuitan dari akun Twitter Alemarah Taliban yang mengatakan ratusan pasukan Taliban bergerak menuju Lembah Panjshir. Wilayah itu saat ini masih dukuasai Pemerintah Afghanistan.
Panjshir Valley adalah “benteng” para penolak Taliban di mana Massoud mengumpulkan pasukannya dari berbagai kalangan. Mulai dari tentara, pasukan khusus militer Afghanistan, hingga pasukan milisi lokal.
Massoud, anak dari mendiang pejuang anti-Taliban legendaris Ahmad Shah Massoud, mengatakan pendukungnya siap untuk melawan Taliban jika mereka mencoba untuk menginvasi Panjshir.
“Mereka ingin mempertahankan, mereka ingin berjuang, mereka ingin menolak rezim totalitarian,” tegas Massoud.
Meskipun jejaring sosial telah diramaikan dengan kabar pergerakan Taliban ke Panjshir, ternyata masih belum jelas apakah operasi tersebut sudah dimulai atau belum.
Seorang pejabat Taliban mengatakan, tindakan perlawanan sudah mereka luncurkan di Panjshir. Namun, kaki tangan Massoud menyebut belum ada laporan soal masuknya Taliban ke Panjshir ataupun pertempuran yang terjadi.
Satu-satunya pertempuran yang terkonfirmasi sejak hari jatuhnya Ibu Kota Kabul adalah pertempuran perebutan tiga distrik di Provinsi Baghlan pada pekan lalu. Pasukan anti-Taliban berhasil merebut kembali ketiga distrik tersebut.
Namun, Massoud bukan pihak di balik operasi itu. Menurutnya, pertempuran itu dilakukan oleh kelompok-kelompok milisi lokal yang menolak “brutalitas” Taliban di area mereka.
Seperti diketahui, Ahmad Massoud menyatakan kesiapannya untuk melawan kekuasaan Taliban. Hingga kini, ia telah mengumpulkan hingga lebih dari 6.000 pasukan yang tak hanya berasal dari Panjshir Valley, tetapi juga dari provinsi-provinsi lain.
Ia meminta dukungan dari komunitas internasional, terutama Amerika Serikat. Massoud meminta AS untuk membantunya dalam sektor persenjataan.
Massoud meminta Presiden AS Joe Biden untuk terus mendukung “kemerdekaan” Afghanistan, dan jangan meninggalkan warganya untuk kalah dari Taliban.
“Anda [AS] adalah harapan kami yang terakhir,” pungkasnya pada Rabu (18/8).
