Siap Tumbangkan Taliban, Anak Pejuang Afghanistan Minta Bantuan AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Ahmad Massoud, putra mendiang komandan Afghanistan Ahmad Shah Massoud. Foto: Christophe Archambault/ AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ahmad Massoud, putra mendiang komandan Afghanistan Ahmad Shah Massoud. Foto: Christophe Archambault/ AFP

Ahmad Massoud, anak dari pejuang anti-Taliban yang sangat terkenal, menyatakan kesiapannya untuk melawan kekuasaan pasukan Taliban di tanah Afghanistan.

Massoud mengatakan, ia sudah memiliki pasukan tersendiri yang jumlahnya efektif untuk menggerakkan pemberontakan. Namun, hanya satu yang tidak dimilikinya: persenjataan dan amunisi untuk milisinya.

Dalam tulisan yang ia publikasikan di The Washington Post, Rabu (18/8), Massoud menyatakan permintaannya kepada Amerika Serikat untuk membantu ia dan pasukannya dalam hal persenjataan.

kumparan post embed

“Hari ini saya menulis dari Panjshir Valley, menyatakan kesiapan saya untuk mengikuti jejak ayah saya, dengan pasukan mujahidin yang sudah siap untuk kembali melawan Taliban,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari AFP.

Mendiang ayahnya, Ahmad Shah Massoud, memimpin pemberontakan terhadap kekuasaan Taliban dari bentengnya di timur laut Kabul. Pejuang yang dianugerahi julukan Singa dari Panjshir ini tewas dibunuh pada tahun 2001.

Pria bersenjata mengangkat senjata saat mendukung pasukan keamanan Afghanistan dan bahwa mereka siap untuk berperang melawan Taliban. Foto: Stringer/Reuters

Ahmad Massoud mengungkapkan, gerakan anti-Taliban yang ia canangkan kini mulai diikuti oleh mantan anggota pasukan khusus dan tentara militer Afghanistan yang merasa “jijik atas menyerahnya komandan mereka.”

Foto-foto yang beredar di jejaring sosial menunjukkan pertemuan antara Massoud dengan Wakil Presiden Amrullah Saleh. Keduanya disebut tengah merencanakan gerakan gerilya dalam meruntuhkan Taliban.

“Tetapi kami membutuhkan lebih banyak senjata, amunisi, serta pasokan peralatan militer,” ungkap Massoud.

Puluhan ribu warga mencoba untuk melarikan diri dari Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan dari tangan Pemerintah. Hampir 6.000 orang, termasuk warga negara AS dan warga Afghanistan, telah dievakuasi oleh tentara AS.

Massoud menekankan, kekuasaan Taliban dapat menyebarkan ancaman hingga keluar Afghanistan.

“Di bawah kendali Taliban, Afghanistan, tanpa ragu, akan menjadi titik pangkal dari terorisme radikal; komplotan penolak demokrasi akan menetas di tanah ini lagi,” tegas Massoud.

Seorang anggota pasukan Taliban berjaga-jaga di luar Kementerian Dalam Negeri di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8). Foto: Stringer/REUTERS

Massoud menegaskan pasukannya telah siap untuk menghadapi konflik-konflik ke depan. Tetapi, ia mengakui ia butuh bantuan dari Amerika Serikat.

Sejak Taliban menguasai berbagai wilayah, mereka terus memamerkan rampasan perang yang berupa senjata, alat militer, serta amunisi dari tentara Afghanistan. Alat militer tersebut sebagian besar disuplai langsung oleh AS.

Karena tak punya senjata, Massoud meminta Joe Biden dkk untuk terus mendukung “kemerdekaan” Afghanistan, dan jangan meninggalkan warganya untuk kalah dari Taliban.

“Anda adalah harapan kami yang terakhir,” pungkasnya.

kumparan post embed