Taliban Rampas Helikopter Black Hawk Milik Militer Afghanistan
·waktu baca 2 menit

Taliban mengunggah video yang menunjukkan rekaman helikopter buatan Amerika Serikat milik militer Afghanistan. Sejumlah helikopter di Bandara Kandahar itu diketahui dirampas oleh Taliban.
Kota Kandahar, kota terbesar kedua Afghanistan, jatuh ke tangan Taliban pada Jumat (13/8) lalu, dua hari sebelum Taliban berhasil menduduki Ibu Kota Kabul.
Dalam video yang diunggah pada Sabtu (14/8), seorang anggota Taliban tampak berjalan mengitari helikopter buatan AS tipe Black Hawk.
Helikopter berwarna hijau-cokelat dengan motif camouflage itu berhiaskan logo Angkatan Udara Afghanistan.
Dikutip dari kantor berita Reuters, video itu disebut direkam di hanggar Bandara Kandahar.
Helikopter lainnya, masih berjenis Black Hawk, terlihat berada di kejauhan. Di bagian hanggar lainnya, terlihat dua helikopter militer Rusia. Orang yang sama juga berjalan di sekitar helikopter itu dan mengatakan, “Masyaallah.”
Tetapi, masih belum jelas apakah helikopter tersebut laik terbang. Kaca depan helikopter Black Hawk di dalam hanggar tertutup oleh kain hitam, dan mesin di bagian kiri badan helikopter tampak hilang.
Sementara dua helikopter yang berada di luar hanggar tak memiliki baling-baling.
Salah seorang pasukan Taliban mengeklaim bahwa terdapat lima helikopter militer beserta sejumlah jet di bandara tersebut.
Meskipun Taliban memamerkan rampasan perang mereka ke muka dunia, para ahli meragukan kemampuan mereka dalam mengoperasikan helikopter-helikopter itu.
Pasalnya, Taliban diketahui tak memiliki pilot atau personel yang dibutuhkan untuk menerbangkan jet tempur ataupun helikopter.
Tetapi, perampasan helikopter tersebut merupakan “anugerah simbolis” bagi para pemberontak serta “mempermalukan” koalisi negara-negara Barat, menjelang peringatan insiden 9/11 yang ke-20 tahun.
Apalagi, pasukan Taliban tampak berfoto bersama rampasan perang mereka, seperti senjata-senjata, dan berpatroli dengan menggunakan kendaraan-kendaraan yang sebelumnya dimiliki oleh pasukan elite dan intelijen Afghanistan.
Mereka juga merebut kendaraan taktis, Humvees, persenjataan, serta amunisi.
Sebagian besar dari alat militer tersebut dipasok oleh Amerika Serikat untuk militer Afghanistan sejak 2002, dengan total biaya mencapai Rp 1,2 triliun.
