Pekerja Malaysia Tidur di Stasiun MRT Singapura Gara-gara Lockdown Virus Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi suasana di Stasiun MRT Kranji di Singapura. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suasana di Stasiun MRT Kranji di Singapura. Foto: Shutterstock

Per Kamis (18/3) Malaysia memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Kebijakan ini berimbas pada pekerja Malaysia yang bekerja di Singapura. Mereka tidak bisa kembali ke rumahnya.

Tidur di stasiun MRT pada malam hari dan langsung lanjut bekerja keesokan harinya jadi pilihan.

Seorang penjaga toko asal Malaysia yang kerja di Singapura, Armel Sharil (31), mengatakan pada Rabu (18/3) lalu ia tidur di Stasiun MRT Kranji.

Kendaraan berbaris untuk memasuki Singapura dari Johor di Woodlands Causeway, sebelum Malaysia lockdown. Foto: REUTERS / Edgar Su

Ia mesti menunggu Stasiun MRT Kranji tutup pada jam 1 pagi, sebelum meletakkan kardus di lantai untuk tidur.

"Saya bangun jam 5 pagi, sebelum stasiun dibuka," kata Armel seperti dikutip dari The Star.

Armel mengatakan, kondisinya sudah diketahui sang majikan. Kini majikannya sedang mencarikan tempat tinggal sementara untuk dirinya.

Dia menambahkan, tidur di stasiun terpaksa dilakukan karena sudah tidak punya waktu untuk mengemas barang-barangnya di Malaysia. Oleh sebab itu, dirinya cuma membawa dompet, ponsel, portabel charger, dan obat kumur.

Kendaraan berbaris untuk memasuki Singapura dari Johor di Woodlands Causeway, sebelum Malaysia lockdown. Foto: REUTERS / Edgar Su

"Meski lockdown nanti diperpanjang saya akan tetap bekerja di Singapura, keluarga saya butuh makan," papar dia.

Armel adalah satu dari 20an warga Malaysia yang tidur di stasiun MRT saat malam saat lockdown diberlakukan, Rabu (18/3).

Dengan kebijakan lockdown, Malaysia melarang warganya keluar negeri pada 18-31 Maret. Mereka juga melarang warga luar melintasi seluruh perbatasan.

Stasiun MRT Kranji adalah stasiun utama yang menghubungkan Singapura dan Johor Baru di Malaysia.

Selain Armel, warga Malaysia lainnya, Sarala juga tidur di stasiun MRT Kranji. Ia memilih beristirahat di stasiun itu karena banyak warga Malaysia yang tidur di sana.

kumparan post embed

"Stasiun ini sepi malam hari, nyaman tidur di sini. Orang Malaysia lain juga tidur di sini juga, dan saya pernah melihat mereka sebelumnya," jelas dia.

Sarala yang bekerja sebagai pencuci piring menambahkan, masalah yang ditemuinya saat tidur di stasiun adalah kamar mandi selalu penuh pada pagi hari.

Persoalan tertahan warga Malaysia menjadi perhatian khusus Pemerintah Singapura. Mereka bahkan sudah memperkirakan itu sejak Malaysia mengumumkan akan memberlakukan lockdown.

Menteri Tenaga Kerja Singapura Josephine Teo mengatakan, pemerintah meminta pengusaha yang memperkerjakan orang Malaysia, untuk mencarikan akomodasi. Bahkan, pemerintah bakal memberikan subsidi 50 dolar Singapura setara Rp 550 ribu per hari kepada pekerja Malaysia yang kesulitan mendapat tempat tinggal.