Pekerjaan Driver Ojek Online Selamatkan Alfian dari Pengangguran

Alfian (21), baru dua bulan menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online. Dia biasa berangkat pukul 08.00 WIB untuk mencari penumpang. Lalu, beristirahat pada siang hari guna memulihkan tenaganya. Sekitar pukul 15.00 WIB dia melanjutkan pekerjaannya sampai malam hari.
Baca juga: Mabes Polri: Kita Memang Butuh Go Food Karena Memudahkan
Rutinitas sebagai pengemudi ojek online dia nikmati. Baginya yang penting bisa bekerja. Dahulu Alfian bekerja di restoran, namun tempat itu bangkrut.
Selama narik ojek, Alfian lebih memilih jam-jam sibuk untuk mengambil penumpang karena tarif di jam sibuk baginya lebih menguntungkan.
"Lebih besar aja tarif di jam sibuk", ujarnya bersemangat ditemui kumparan (kumparan.com), Sabtu (25/3) di Jakarta.
"Sebelumnya kerja di restoran karena restorannya sepi jadi ada pengurangan karyawan," ujar pria yang tinggal di perkampungan di bilangan Kemang ini.

Namun, di sela-sela pekerjaan barunya ini, Alfian tetap mencoba melamar di restoran lainnya.
"Karena belum ada lowongan, ini lagi ngelamar di restoran (lain) juga", ungkapnya.
Mengenai pekerjaan Alfi mengaku tidak pilih-pilih. Baginya yang terpenting dari suatu pekerjaan itu diridhoi Tuhan.
"Maunya apa saja sih, yang penting halal", jawabnya.
Mengenai pekerjaan barunya ini, orang tua Alfian pun mendukung dan tidak mempermalasahkan.
"Setuju saja yang penting tetap ngebantu orang tua", tutur pria yang masih lajang ini.
Alfian mengaku masih tinggal bersama orang tuanya di kontrakan dengan biaya sewa Rp 700.000 di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.
Alfian kemudian bercerita bagaimana suka duka selama dua bulan menjadi driver ojek online. Misalnya di musim hujan ini, mengakali agar tetap beroperasi di tengah guyuran hujan, dia menyiapkan jas hujan.
"Iya, bawa jas hujan, kalau lagi jalan, hujan buat penumpang," jelasnya.
Selama dua bulan ini Alfian pun mengaku banyak menemui berbagai macam penumpang. Namun, di antara mereka ada yang baik dan juga ada yang pemarah.
"Kadang-kadang penumpang ada yang baik dan marah-marah," ungkapnya.
"Misalnya saya telat jemput dia, kadang dia suka buru-buru, kok lama, saya buru-buru nih", ujar Alfi berbagi pengalamannya.
