Pekikan Asmaul Husna Mengharap Pertolongan Terakhir

Kecelakaan maut di kawasan Ciloto pada Minggu (30/4) akan menjadi peristiwa tak terlupakan bagi Wawan Setiawan. Dia menyaksikan setiap detail kecelakaan yang menyebabkan 11 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka itu.
Ucapan sopir bus Kitrans pada Minggu (30/4) yang menyebut bahwa rem blong, membuat Wawan tersentak. Para penumpang khususnya ibu-ibu panik.
Wawan langsung beranjak dari kursi dan berdiri di tengah-tengah bus. Dia berpegangan pada dua kursi di kanan-kiri saat kondisi bus semakin tak terkendali. Pandangannya menyapu sekeliling, fokus menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin akan dialaminya.
"Kita enggak tahu mesin dimatikan apa enggak karena tidak dengar dan semua penumpang fokus menyebut asmaul husna (nama-nama Allah-red) dan menyebut asma Allah," kata Wawan saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com) di kediamannya, kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (1/5).
Baca juga: Detik-detik Mencekam Saat Bus Terbang Menghantam Kebun Kol di Ciloto

Bus kemudian membentur beberapa kendaraan dari arah berlawanan. Kemudian dalam kondisi miring, bus terjun bebas menghunjam perkebunan kol milik warga sedalam 15 meter dari jalan.
"Bus menghantam tanah kemudian terguling. Kami yang di dalam juga ikut terguling," katanya.
Saat itu kondisi bus sudah hancur berantakan. Kaca-kaca bus pecah berhamburan karena menghantam 8 kendaraan. Kondisi kaca yang pecah ini sedikit banyak justru memudahkan proses evakuasi.

Wawan mengaku, dialah yang pertama kali keluar dari bus warna putih yang sudah hancur tersebut. Dia kemudian ditolong warga dibawa ke rumah sakit. Warga bersama petugas dari Polri dan TNI juga berlarian memberikan pertolongan ke kebun kol itu. Setelah itu kondektur bus dan seluruh penumpang satu per satu dievakuasi.
Wawan mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya. Kaki kanannya yang kini dibalut perban sempat tak dapat digerakkan. Pantatnya menderita luka sobek namun kini sudah dijahit. Sedangkan 4 orang rekannya yang ada di bus yang dia tumpangi meninggal.
