Pelaku Persekusi Mengaku Emosi karena Habib Rizieq Dihina

Abdul Mujib (22) dan Matusin (57) ditetapkan sebagai tersangka karena aksi persekusi terhadap Putra Mario Alvian Alexander (15). Mujib mengaku terpancing emosi dan memukul Mario karena tak terima melihat Habib Rizieq dihina.
"Saya kesal sama dia. Dia kenapa ganggu agama kita," ujar Mujib saat digelandang ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/6).
[Baca juga: 2 Pelaku Pemukulan pada Mario Jadi Tersangka dan Dipertontonkan ]
Mujib mengaku diajak temannya yang lain menyambangi kediaman Mario. Saat bertemu remaja SMP itu, Mujib tak mampu menahan emosi dan memukul Mario. Dia mengaku spontan memukul karena tak tahu Mario masih remaja.
"Saya tidak tahu kalau dia (Mario) ini anak kecil karena postur badan dia besar gitu. Mungkin kalau dia anak kecil atau sepantaran saya, mungkin saya enggak tega gitu, karena postur badan dia besar," ujarnya.

[Baca juga: Kronologi Kasus Remaja Mario dan FPI ]
Mujib mengaku siap menerima risiko akibat perbuatannya. "Ya namanya risiko, spontanlah. Ketika dia menghina dan menantang seperti itu," kata pria pengangguran tersebut.
[Baca juga: Setop Persekusi, Indonesia Negara Hukum Bukan di Hutan Rimba ]
Meski menjadi anggota FPI dan sangat menggumi Rizieq, Mujib mengaku jarang bertemu dengan imam besar FPI itu. Dia juga tak tahu di mana keberadaan Rizieq saat ini.
"Enggak tahu, jarang bertemu (dengan Rizieq)," katanya seraya masuk ke dalam ruangan.
