Pelaku Utama Begal Casis Bintara Ditembak Mati Karena Melawan saat Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu saat dijumpai di RS Polri Kramat Jati, Kamis (16/5).  Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu saat dijumpai di RS Polri Kramat Jati, Kamis (16/5). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Kepolisian mengungkap nasib pelaku begal Calon Siswa (Casis) Bintara Polri, Satrio Mukti Raharjo (18), yang terjadi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (11/5) pagi.

Pembegalan ini menyebabkan jari kelingking korban putus akibat sabetan benda tajam.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Imam Yulisdiyanto mengatakan, setelah 3 pelaku utama ditangkap pada Rabu (15/5) dini hari, polisi melakukan pengembangan ke sejumlah titik di lokasi kejadian.

Saat penangkapan, rupanya para pelaku tak kooperatif sehingga polisi melakukan upaya tegas terukur dengan mengeluarkan tembakan. Satu orang tewas ditembak, sementara dua pelaku lainnya menderita luka tembak di kaki.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu saat dijumpai di RS Polri Kramat Jati, Kamis (16/5). Foto: Thomas Bosco/kumparan

"Bahkan menindak tegas terukur terhadap pelaku pelaku tersebut, karena mereka pada saat menunjukkan TKP yang lain, itu melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga satu orang (tersangka) harus meregang nyawa, dilakukan tindakan tegas oleh tim daripada Jatanras, dua orang harus dilumpuhkan dengan menembak kakinya," terang Imam kepada wartawan dalam jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jaktim, Kamis (16/5).

Ada 5 orang pelaku yang ditangkap. 3 Adalah pelaku utama, sementara 2 lainnya adalah penjual barang hasil begal dan pembeli.

"Yang ditembak mati adalah pelaku utama atas nama PN. Untuk pelaku utama ada 3. Yang 2 atas nama AY dan MS ditembak di kaki," jelasnya.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Imam Yulisdiyanto saat dijumpai di RS Polri Kramat Jati, Kamis (16/5). Foto: Foto: Thomas Bosco/kumparan

Peristiwa itu bermula ketika korban berangkat dari rumahnya di wilayah Tanjung Duren dan hendak mengikuti tes psikologi di SMK Media Informatika.

Saat perjalanan menuju ke lokasi, korban tiba-tiba dipepet oleh tiga orang yang menggunakan satu sepeda motor. Salah seorang pelaku bahkan membawa senjata tajam yang dibacokkan pada korban hingga mengakibatkan jari tangan korban putus.

Pelaku juga menggondol motor dan ponsel milik korban. Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.