Pelebaran Jalan Padang Bypass Ditargetkan Selesai Akhir Mei 2017

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pembangunan jalan dari bandara ke pelabuhan. (Foto: Dok. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan jalan dari bandara ke pelabuhan. (Foto: Dok. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pelebaran jalan Jalan Padang Bypass, sepanjang 27 Km yang ditargetkan selesai pada akhir Mei 2017. Ruas jalan ini merupakan salah satu jalan strategis di wilayah barat Sumatera.

Peningkatan kapasitas jalan dilakukan dengan melebarkan lajur jalan yang ada, yakni dari dua menjadi empat lajur. Masing-masing dari seksi Gaung-Lubuk Begalung sepanjang 5 km dan seksi Lubuk Begalung-Duku sepanjang 22 km. Saat ini dalam tahap penyelesaian sepanjang 1,7 kilometer.

“Ruas jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena jalur logistik ke Kabupaten Pesisir Selatan dan Provinsi Bengkulu dan menghubungkan antara Bandara Minangkabau dengan Pelabuhan Teluk Bayur,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto dalam keterangan tertulis, Selasa (23/5).

Sementara itu, Kepala BPJN III Padang, Syaiful Anwar, mengatakan pelebaran jalan Padang Bypass didanai APBN yang berasal dari pinjaman Bank Export-Import Korea Selatan senilai Rp 436 miliar. Sementara proses pengadaan lahan dilakukan dan didanai Pemprov Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang.

Baca juga: Proyek Bypass Bandara Minangkabau-Teluk Bayur Terkendala Lahan Adat

Pada ruas jalan tersebut juga dibangun sebanyak sembilan jembatan dengan panjang 558 meter. Pembangunannya dimulai sejak April 2014 yang dilakukan kontraktor joint operation KYERYONG Construction Industrial Co.,LTd - PT. Yala Persada Angkasa.

Kementerian PUPR juga memberikan dukungan bagi pengembangan kawasan wisata Mandeh di Sumatera Barat yang berjarak sekitar 56 km dari Kota Padang. Syaiful Anwar memastikan akan menyelesaikan secara bertahap jalan akses ke kawasan wisata Mandeh yakni ruas Teluk Kabung- Mandeh sepanjang 45 Km.

Konstruksi pembangunan ruas jalan tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp 444 miliar termasuk di dalamnya untuk pembangunan beberapa jembatan dengan total panjang 210 meter.

Tahun 2017, pembangunan jalan akses wisata Mandeh dilakukan sepanjang 7 Km dengan alokasi anggaran Rp 100 milyar. Proses pembebasan lahan juga tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

Baca juga: Kementerian PUPR Alokasikan Rp 100 M Bangun Akses Jalan Wisata Mandeh

Nantinya ruas jalan ini akan memiliki lebar 6 meter agar bisa dilintasi bus wisata berukuran sedang dan dilakukan perbaikan geometri jalan sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengendara.

Objek wisata Mandeh sudah dikenal baik di dalam dan luar negeri karena memiliki pulau-pulau eksotis dan wisata bahari sehingga dijuluki Raja Ampat di Indonesia Barat.

Kampung Mandeh berada di Teluk Carocok Tarusan dan terdapat beberapa pulau kecil disekitarnya yakni Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Kecil, Pulau Sironjang Besar dan Kecil dan Pulau Cubadak.