Pembunuh Pria di Sumut Lebih dari 10 Orang, Diduga Ada Oknum Aparat

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi memaparkan kasus pembunuhan Jefri Wijaya di Mapolda Sumut, Foto: Rahmat Utomo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi memaparkan kasus pembunuhan Jefri Wijaya di Mapolda Sumut, Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Polisi mengungkap pembunuhan Jefri Wijaya (28), pria yang dianiaya hingga tewas lalu jasadnya dibuang ke jurang, di Kabupaten Tanah Karo, Sumut. Ternyata pelakunya lebih dari 10 orang.

“Untuk kasus ini pelaku lebih dari 10 orang kira-kira pelakunya 13-14 orang, ini masih pengembangan,”ujar Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar, dalam paparannya di Mapolda Sumut, Rabu (23/9) .

Dari ke 14 orang itu, tujuh di antaranya telah ditangkap. Diduga satu dari 14 orang itu merupakan oknum aparat. Keterlibatannya masih dalam pengembangan. Dugaan pembunuhan terkait utang piutang.

“Ada namun sudah ditangani instansi yang berwenang,”ujar Irwan.

Saat ini kata Irwan polisi masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya yang masih buron. Diduga oknum aparat yang dimaksud adalah TNI.

kumparan post embed

Terpisah Kapendam Bukit Barisan Kolonel Dheni Kolonel Zeni Dzunaidi saat dikonfirmasi lewat telepon belum memberikan jawaban terkait dugaan tersebut.

Sebelumnya seorang pria bernama Jefri Wijaya (28) ditemukan tewas di jurang di Desa Ndaulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Sumut pada Jum’at (18/9). Jefri tewas dalam keadaan telanjang dan mengalami luka di tubuhnya.

Polisi memaparkan kasus pembunuhan Jefri Wijaya di Mapolda Sumut, Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Jefri merupakan warga Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Jasadnya pertama kali ditemukan pengendara mobil bernama Dadang Sukoco yang kebetulan sedang mencari sinyal telepon di sekitar lokasi.

Saat ditemukan, jasad Jefri di bagian punggung, tangan, kaki hingga wajah terdapat luka lebam yang diduga bekas penganiayaan.

Diduga Jefri dibunuh lalu jasadnya dibuang ke jurang untuk menghilangkan jejak. Penemuan jasad tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Brastagi hingga akhirnya pelaku ditangkap pada Senin (21/9).

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan