Pemda Aceh Hingga Papua Ramaikan Festival Indonesia 2017 di Moskow

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor KBRI Moskow (Foto: Rachmadin Ismail/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor KBRI Moskow (Foto: Rachmadin Ismail/kumparan)

Setelah sukses menggelar Festival Indoensia 2016 di Hermitage Garden Moskow, Rusia, KBRI Moskow akan kembali menyelenggarakan acara serupa tahun ini pada 4 hingga 6 Agustus, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 waktu setempat.

Mengusung tema Visit Wonderful Indonesia - Enjoy Its Diversity, Duta Besar Indonesia untuk Moskow M. Wahid Supriadi mengatakan sejumlah pemerintah daerah telah menyatakan kesediaannya untuk turut serta dalam Festival Indonesia 2017. Pemda itu antara lain Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Papua.

"Tahun ini ada dari Aceh sampai Papua," kata Wahid di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

"Bedanya dari sebelumnya kan Bali and Beyond, kalau sekarang penekanan lebih pada potensi daerah-daerah di Indonesia di bidang pariwisata, investasi, dan perdagangan," imbuh dia.

Menurut Wahid, ada sekitar 26 perusahaan dan 30 pengusaha yang bergerak di bidang garment, handycraft, kuliner, peralatan olahraga, dan minuman seperti kopi dan teh, yang akan turut meramaikan stand yang disediakan KBRI Moskow.

Dan ada sekitar 500 warga Indonesia serta sejumlah warga asing, kata dia, yang akan berpartisipasi mengisi acara.

"Kami targetkan 90 sampai 100 ribu pengunjung datang. Ini tidak muluk-muluk, karena tahun lalu sekitar 69 ribu pengunjung kita dapat dalam dua hari," ujar Wahid.

Wahid mengatakan Festival Indonesia tahun ini akan didahului oleh penyelenggaraan forum bisnis di Hotel Intercontinental, Moskow. Setelahnya, festival akan resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan Federal Rusia dan Duta Besar Indonesia di Moskow.

Dalam festival ini akan ada pameran komoditi ekspor, potensi wisata, pameran foto, kelas memasak, workshop batik dan kerajinan tangan, pameran kuliner serta aroma terapi, dan arena permainan untuk surfing dan diving.

"Untuk pertunjukan di panggung akan ditampilkan parade pakaian nasional, fashion show, tari, dan pertunjukan wayang kulit," ujarnya.

Orang-orang Rusia, menurut Wahid, sangat menyukai pertunjukan wayang kulit dan tari. "Bahkan 50 persen yang menari itu orang asing. Yang menari jaipong itu orang Rusia," kata dia.

Selain menyukai kesenian, orang Rusia juga sangat menyukai kopi hasil Indonesia. Buah-buahan dan kuliner khas Indonesia pun tak kalah laris manis.

"Penduduk Rusia kan penikmat kopi. Mereka suka hampir semua jenis kopi lokal kita. Mereka tahu kopi luwak pasti jenis kopi mahal," ujarnya.

"Yang namanya pisang goreng, nasi goreng, itu satu setengah jam saja habis. Saya nongkrong di restorn dua setengah jam itu pelayanannya enggak berhenti-henti," cerita Wahid.

Festival Indonesia Moscow 2016 (Foto: kemlu.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Festival Indonesia Moscow 2016 (Foto: kemlu.go.id)

Melihat antusiasme warga asing yang begitu tinggi tersebut, Wahid optimistis acara Festival Indonesia dapat meningkatkan pariwisata dan perdagangan Indonesia.

"Salah satu hasil yang real dari festival saya bagikan, dari perdagangan tahun lalu meningkat 33,5 persen. Peningkatan wisatawan dari Rusia ini tertinggi. Pada April kemarin ternyata tercapai 45 ribu. padahal target saya tahun ini 100 ribu wisatawan," ujar Wahid.