kumparan
News16 Juni 2017 19:41

Pemerintah Bangun 84 Km Jalan Tol Rp 3,6 T Kembangkan Ekonomi Banten

Konten Redaksi kumparan
Ujung Kulon
Ujung Kulon, Banten, Jawa Barat. (Foto: Commons Wikimedia)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Provinsi Banten. Hal ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, mengurangi kemiskinan, dan membuka lapangan kerja di salah satu daerah penyangga ibu kota tersebut.
ADVERTISEMENT
Sebagai bagian dari penyangga Ibu kota Jakarta, Provinsi Banten menjadi hunian jutaan komuter yang bekerja di kawasan metropolitan Jabodetabek. Oleh karenanya kelancaran konektivitas dan ketepatan waktu perjalanan menjadi kebutuhan para komuter. Selain itu pemerataan pembangunan ke arah Selatan dan Barat Provinsi Banten juga terus menjadi fokus pembangunan.
Melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR mendorong penyelesaian pembangunan empat jalan tol baru yaitu, Serang-Panimbang (83,6 km), Kunciran-Serpong (11,19 km), Serpong-Cinere (10,14 km), dan Serpong-Balaraja (30 km).
"Tol Serang-Panimbang direncanakan dimulai konstruksinya pada tahun ini dan ditargetkan selesai tahun 2019," demikian dikutip kumparan (kumparan.com) dari keterangan tertulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jumat (16/6).
Ilustrasi pembangunan jalan tol.
Ilustrasi pembangunan jalan tol. (Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto)
Ruas tol ini akan menghubungkan setidaknya empat kota/kabupaten otonom, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang yang diharapkan juga bisa menggerakkan ekonomi baru pada kawasan strategis kota/kabupaten.
ADVERTISEMENT
Kehadiran tol ini nantinya diharap bisa meningkatkan aksesibilitas menuju Banten bagian selatan dan mendukung salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas yang dikembangkan pemerintah sekaligus menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)/Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung.
Untuk membangun tol sepanjang 83,67 km dibutuhkan dana mencapai Rp 3,56 triliun dan akan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Serang-Panimbang. Hingga saat ini Tol Serang-Panimbang masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres 83,91 persen.
Jalan Tol lainnya yang tengah dibangun adalah Tol Kunciran-Serpong 11,19 km, yang tengah dibangun oleh PT Marga Trans Nusantara dengan biaya pembangunan Rp 1,26 triliun. Jalan Kunciran-Serpong akan sangat mendukung dunia usaha, apalagi akan mendukung daerah-daerah yang tengah berkembang seperti Karawaci, Cikupa, dan Kota Baru Maja. Jalan tol ini juga dianggap sangat penting bagi dunia usaha karena merupakan bagian Jakarta Outer Ring Road II (JORR II). Saat ini masih dalam pembebasan lahan dengan progres mencapai 42,67 persen.
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Pembangunan Jalan Tol
Ilustrasi Pembangunan Jalan Tol (Foto: Pixabay)
Pusat pertumbuhan baru yang dikembangkan di Provinsi Banten yakni Kota Baru Maja yang diperkirakan menampung 1,1 juta penduduk, utamanya MBR pada 2035. Konektivitas Kotabaru Maja akan dilayani ruas jalan dari Parung Panjang dan Jalan Tol Serpong-Balaraja. Jalan Tol Serpong-Balaraja akan dibangun dan dioperasikan oleh PT Trans Bumi Serbaraja, dengan total panjang 30 km dan terbagi menjadi tiga seksi dengan biaya pembangunan Rp 2,7 triliun.
Dengan adanya Tol Serpong-Balaraja akan memungkinkan terjadinya perbaikan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tangerang sisi selatan dan utara. Bahkan, beberapa daerah, Kecamatan Cisauk, Legok, Panongan, Jambe, Tigaraksa, hingga Balaraja mulai dilirik pengembang. Selain itu pada tahun 2018, Kementerian PUPR akan membangun Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPST dan Pengelolaan 3R) di Kecamatan Tigaraksa dan Kecamatan Solear, Kecamatan Jambe, Pembangunan SPAM Maja, dan Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) Maja.
ADVERTISEMENT
Ruas tol prioritas lainnya di Banten adalah Tol Serpong-Cinere dengan biaya pembangunan Rp 881 miliar dengan panjang 10,14 km yang akan dibangun oleh PT Cinere Serpong Raya. Tol yang direncanakan mulai beroperasi pada 2019 ini, masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres 35,31 persen.
Selain jalan tol, pada ruas jalan nasional Kementerian PUPR juga melakukan penanganan Jalan Lintas Pantai Selatan Banten sepanjang 197,85 km yang telah dilaksanakan sejak 2013 dan ditargetkan selesai pada akhir 2017 dengan dana sebesar Rp 896,97 miliar.
Proyek bendungan dan irigasi
Proyek bendungan dan irigasi (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Ketahanan Pangan
Untuk ketahanan air dan pangan, Kementerian PUPR tengah membangun dua bendungan baru yakni Bendungan Karian dan Sindang Heula. Bendungan Karian dengan biaya pembangunan mencapai Rp 1,26 triliun akan memiliki total tampungan 314,7 juta m3, luas genangan 2.170 hektar, mampu mengaliri irigasi hingga 21.454 hektar, menyediakan air baku 9,10 m3/detik dan pembangkit tenaga listrik 0,65 megawatt (MW). Progres fisik Bendungan Karian telah mencapai 34,03 persen.
ADVERTISEMENT
Bendungan Sindang Heula berada di Kabupaten Serang. Bendungan tersebut mulai dibangun pada 2015 dan ditargetkan selesai pada 2018 dengan kebutuhan dana mencapai Rp 484,8 miliar. Bendungan Sindang Heula akan memiliki kapasitas tampung 9,26 juta m3 dan luas genangan 115 hektar. Bendungan Sindang Heula mampu mengaliri air irigasi hingga 748 hektar dan air baku 0,80 m3/detik dan mereduksi banjir 50 m3/detik. Hingga Juni 2017, progres fisik bendungan Sindang Heula mencapai 28,35 persen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan