Pemerintah Diminta Jamin Stok Pangan dan Medis jika Jakarta Lockdown

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Monumen Nasional (Monas) yang ditutup antisipasi virus corona atau COVID-19 di Jakarta, Sabtu (14/3).  Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Monumen Nasional (Monas) yang ditutup antisipasi virus corona atau COVID-19 di Jakarta, Sabtu (14/3). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Gubernur DKI Anies Baswedan bersurat ke Presiden Jokowi untuk meminta pemberlakuan karantina wilayah atau lockdown di Jakarta. Penyebabnya, jumlah kasus virus corona di Jakarta terus meningkat.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN Zita Anjani memandang opsi untuk lockdown Jakarta adalah hal wajar. Sebab para ahli pun memandang hal ini perlu dilakukan dan dinilai efektif.

"Banyak para ilmuwan dan expert yang memberi opsi untuk karantina wilayah (Border Quaratine). Hal ini menurut saya wajar-wajar saja, kita berkaca pada negara-negara yang sudah menerapkan terlebih dahulu, dan itu efektif," ujar Zita melalui keterangan tertulisnya, Senin (30/3).

Namun, dia meminta agar kebutuhan pokok masyarakat dijamin ketersediaanya. Misalnya stok pangan, baik saat lockdown maupun setelahnya.

Suasana Monumen Nasional (Monas) yang ditutup antisipasi virus corona atau COVID-19 di Jakarta, Sabtu (14/3). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Dia khawatir pemerintah memutuskan lockdown tanpa menilik kebutuhan dan keadaan masyarakat selama dan setelah karantina wilayah.

"Yang terpenting juga, cek stok pangan kita. Saya sudah sampaikan berkali-kali. Pastikan stok pangan kita bertahan karantina dan pasca karantina. Itu sangat penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat. Jangan sampai kita membatasi ruang geraknya tapi tidak di bekali dengan sandang pangan, itu sama saja dibunuh perlahan warganya, bahaya," tuturnya.

kumparan post embed

Dia juga meminta pemerintah memastikan kesiapan tenaga medis, fasilitas pendukung, dan kebutuhan medis terpenuhi. Tanpa itu semua, menurutnya opsi lockdown untuk mengatasi virus corona di Jakarta akan sia-sia.

"Siapkan dan pastikan pasukan tempur kita terlebih dahulu, dalam hal ini dokter dan perawat. Pemerintah menjamin ketersediaan rumah sakit, lab, dan ketersediaan APD lengkap yang sesuai standard bagi para tenaga medis," tegasnya.

Dia juga meminta pemerintah mencontoh Korea Selatan yang mampu melakukan ribuan tes swab terhadap ribuan warganya. Langkah itu menurutnya efektif untuk menekan laju penyebaran virus corona.

"Lakukan ribuan test hariannya, seperti Korsel, Singapura, dan China. Itu semua bisa kita lakukan dengan test yang berkualitas atau swab test dan berlakukan itu di mana pun. Agar pemerintah tidak sulit lagi mencari sana sini siapa yang terjangkit, dan tidak hanya menduga-duga saja," tuturnya.

--------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!