Pemerintah Jelaskan Alasan Mudik Dilarang, tapi Lokasi Wisata Dibuka

Pemerintah menetapkan larangan tegas bagi masyarakat untuk tidak mudik pada masa lebaran 2021 mulai 6-17 Mei. Larangan itu dimaksudkan untuk mengendalikan laju penularan virus yang acap kali melonjak jumlahnya terutama pada masa libur lebaran.
Meski begitu Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan pemerintah tak sepenuhnya melarang pergerakan penduduk.
Perjalanan penduduk, disebut Muhadjir, masih dapat dilakukan sebelum masa lebaran tiba pada Mei 2021.
Tak hanya itu, Muhadjir pun menyebut bahwa sejumlah lokasi wisata masih dibuka bagi turis atau pengunjung lokal. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
"Sebetulnya berbagai macam pergerakan sebelum dan dalam pada waktu lebaran itu masih dibolehkan tidak ada masalah. Bahkan juga disepakati bahwa wisata wisata lokal itu juga masih dimungkinkan dengan ketentuan-ketentuan yang ketat," ujar Muhadjir dalam diskusi bertajuk Untung Rugi Mudik di Tengah Pandemi yang disiarkan langsung melalui YouTube BPKN, Selasa (20/4).
"Misalnya maksimum (kapasitas) 50%, kemudian juga ketat peraturan peraturan disiplin protokol kesehatan harus diperketat, sanksi untuk mereka yang tidak mematuhi SOP juga itu akan ditegakkan," sambungnya.
Meski sempat ditentang berbagai pihak perihal aturan yang disebut kurang tegas, Muhadjir menyebut pemerintah memiliki alasan tersendiri.
Pembukaan, kata Muhadjir, hanya akan diberlakukan secara lokal di suatu daerah dengan tetap menerapkan pembatasan kunjungan bagi masyarakat luar daerah.
"Kemarin kan sudah mulai ada yang protes, wah mudik dilarang tapi wisata dibolehkan, iya sebetulnya wisatanya itu dalam rangka lebaran gitu ya jadi bukan wisata tadi itu wisata dengan destinasi yang jauh tadi itu. Ya kalau orang sudah tidak boleh pergi ke mana-mana ya dibukalah wisata lokalnya agar dia bisa pergi ke tempat-tempat liburan tapi dengan kepatuhan yang terkendali itu sebetulnya yang dimaksud," ucap Muhadjir.
Di samping soal membatasi pergerakan dengan larangan mudik, pemerintah, menurut Muhadjir juga tetap memperhatikan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan sosial tepat waktu guna menyokong perekonomian masyarakat di masa pandemi ini.
"Kepada mereka-mereka yang diperkirakan akan mengalami kesulitan dengan akibat adanya peniadaan mudik itu, karena itu dari Kementerian Sosial sudah ada koordinasi nanti akan dipercepat bantuan-bantuan sosial itu pada awal Mei ini sehingga pada waktu lebaran itu mereka mereka yang kurang beruntung juga sudah bisa menikmati bantuan sosial," ungkap Muhadjir.
"Bahkan kemungkinan akan di Rapel kalau Mei-Juni akan diberikan sekaligus gitu agar kemudian mereka bisa bisa digunakan untuk belanja pada ikut merayakan lebaran itu," lanjut dia
Sehingga dengan demikian Muhadjir mengharapkan kasus COVID dapat ditekan seminimal mungkin dengan tanpa mematikan nadi ekonomi masyarakat.
"Ini strategi yang kita lakukan dan mudah-mudahan dengan demikian maka COVID juga bisa terkendali tetapi juga daya beli masyarakat, roda ekonomi juga masih tetap bisa bergerak karena sekarang alhamdulillah trend Indikator konsumsi masyarakat juga naik, daya beli masyarakat naik, kemudian juga aktivitas kegiatan ekonomi terutama ekonomi bawah juga berjalan dengan baik," kata Muhadjir.
